Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Banten Pacaruan

Dipetik dari,Wikarman Singgih Inyoman,Sanggah Kamulan Fungsi dan pengertiannya
Dalam keadaan biasa upecara pecaruan ini dilakukan pada tiga tempat : a.Dihalaman sanggah/merajan, ditujukan kehadapan sang buta-Bucari
b.Dihalaman rumah, ditujukan kehadapan sang kala-Bucari
c. Dihalaman luar (jaba) ditujukan kehadapan Durga-Bucari

Upacara-upacara "Buta Yadnya" yang tersebut di atas, adalah dalam arti yang umum karena masih banyak jenis upecara dan upekara, "Bute Yadnya" yang dipergunakan pada waktu-waktu (tempat yang tertentu, misalnya di bawah tempat tidur, diswah, di dapur dan sebagainya.

Pelaksanaan Nanding Segehan :

Segehan kepel : sebagai alasnya dipakai sebuah taledan (tangkih, atau daun pisang). Diatasnya diisi dua nasi kepel, nasi putih, ikan neja bawang jae dan garam, diatasnya dilengkapi dengan sebuah canang genten (canang biasa, demikian pula dengan gunanya sesuai dengan kepentingan dimana perlu digunakan.

Segehan cacahan:sebagai alasnya dipakai sebuah taledan/tangkih atau daun pisang, diatasnya diisi 5/6 buah tangkih, yaitu lima buah darinya diisi nasi putih, yang satu lagi diisi bija ratus.

Pengunaannya : kedua jenis, segehan tersebut diatas penggunaannya dapat untuk melaksanakannya, (buta yadnya) yang kecil atau sederhana, seperti waktu hari kajeng alit, (pauman-tilem atau rainan alit (pauman ngembulan) di sanggah maupun di pura-pura.



Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Segehan agug : sebagai alasnya dipakai sebuah alat yang agak besar ngiyu/tempeh, diatasnya masing-masing diisi nasi, lauk pauk dengan bawah jae dan garam, kemudian dilengkapi dengan sebuah daksina, atau alat perlengkapan daksina itu, ditaruh begitu saja pada tempat tersebut, tidak dialasi dengan bakul, dan kelapanya jangan kulitnya dikupas dan potong pantatnya agak rata supaya bisa tegak.

Segehan ini dilengkai dengan sebuah canang payasan, dan 11/33 buah canang genten dan ditambah dengan jinah sandang (pissiun).

Sedangkan untuk menghaturkan, segehan ini disertai dengan pemotongan ayam kecil/itik, babi sebelum dikebiri, (kucit butuan) yang masih hidup.

Penggunaan penyambleh itu, disesuaikan dengan kepentingan tujuan yadnya nista, madya dan utama.

Waktu penngaturkan (menganteban) segala perlengkapan yang ada pada daksina itu dikeluarkan, sedangkan telur dan kelapanya dipecahkan, diikuti dengan pemotongan atau penyembelihan dan akhirnya tetabuhan.

Penggunaannya :

Segehan ini dipegunakan dalam upecara-upecara agak besar dan kadang-kadang mempunyai sifat khusus, seperti piodalan di pura-pura, menurunkan atau memendak, ida tara, atau pengukuran tempat (pengkut tongos) suatu bangunan lebih-lebih bangunan suci, dan selalu menyertai upekara buta yadnya yang lebih besar.

Dibawah ini adalah salah satu “Puja” pengantar untuk segehan agung :

Puja/mantra : Ong sang hyang Purusangkara, anugraha ring sang kala sakti, Sang Hyang Rudra Anugraha Ring Sang Kala Wisesa, Sang Hyang Durga Dewi, Anugraha Ring Sang Sengen, ameng-ameng padinira paduka betara sakti, anunggu ring bumu, ring pura paryangan, natar paumahan, di dalam pesuguhan wates setra pebanjangan, saluwiring lemah angker, manusa aweh tadahsaji, ring pada watek kala buta kabeh, ili tadah sajenira sege iwak sambleh, asing luput sadulur pipis sabundel, patukuanasira ring pasar agung, pilih kabelanira, ajakan sang kalanira kabeh, nya kita saking kene, apan sira sampun sinaksenan wehana manusanira urip waras, dirga yusa, Om Kala Bhoktaya manah, Bhuturaya namah, Pasaca boktraya namah, Durga baktiniya namah.

Japa waktu menuangkan tetabuh (tuak,arak,berem), mantra : Om, ebek segara, ebek danu, ebek banyu pramana hing ngulun. OM budaya namah suaha.

Melaksankan ngayaban banten Gelar Sanga :

Mantra :

Om indah ta kita sang buta Dengen, iringan ingon-ingon paduka betara-betari, sang buta barahma turun, sang buta putih, sang buta Jangitan sang buta Langkir aranira sang buta kuning sang buta Lembukania aranira sang bute ireng, sang buta Taruna aranira sang buta amancawarna Anga sakti aranira.
Sang angilakan buta dengen, ite tadah buktinira seg sewakul, iwak karangan, lan balung gegending, sinusunan antiganing sawung anyar, sejeng saguci, den amukti sari, sira aweng-aweng, menawita wenten kirang punika pamuput ania, jinah satak seket lima likur, lawe satukel, sampun tanana serdah sira ring aderuwe karya. Om kesama sumam papbyoh menadi yang nama suaha.

Nanding Banten Biya Kaonan :

Alas yang dipakai untuk banten ini sebuah ayokan (sidi dari bambu) kemudian diatasnya diisi jejaitan kulit sesayut, kulit peras, dari pandan yang berduri dan selanjutnya, berturut-turut diisi nasi yang dibungkus dengan daun pisang, ada yang bebentuk ada yag segi tiga, penek among, penek disekitarnya diisi lauk pauk, jaja raka-raka sampian naga sari dari daun andong, canang genten, dan penek yang disisipi bawang jae dan nasi terasi mentah (sere bengu).

Pebersihan/pengeresikan :
Sebuah ceper yang berisi, sisig, kekosok, (dari tepung beras) tepung tawar (dari daun dadap) kunir (kunyir) dan beras, minyak dan bija, sesari dan sampian payasan.

Isuh-isuh :
Sebuah ceper, yang berisi sebutir telur ayam yang mentah (kadang diganti dengan bawang yang dikupasa sampai alus, sapu lidi, serabut yang dijepit (sebet) ngad, base tulak (porosan), yang ujung sirihnya berlawanan) dan sebuah tangkih yang berisi daun tulak, kayu sirih, kamuugan, padang lepas, dan alang-alang dan daun dapdap.

Amel-amel :
Sebuah limas (tangkih) diisi daun dadap (ujung dadap) padang lepasm lalu ketiga itu diikat dengan benang teri datu, kemudian dilegkapi dengan sebuah mingmang.

Sasak mentah : Sebuah limas/tangkih yang berisi tiga kepel nasi yang disiremi dengan darah mentah, dilengkapi dengan base rajang.

Saroan Alit :
Terdiri dari sebuah peras, tulung dan sesayut. Padma : sejenis, jejaitan dari janur, untuk mecepratkan tirtha (ngetisan toya).

Sebuah Lis : Pabiyakalaan :

Lis besar ini terdiri dari beberapa buah jejaitan atau anyaman dari janur (busung). Seperti tangga menek tangga tuwun, dan sesapi lawat buah lawat nyuh, lili linting, tulung ancak bingin, alang-alang, tipat pusuh, tipat tulud, basang wayah, basang nguda, daun pisang, buah pinang, sembah siku, entud, kuku kukun kambing, dinding, payung, tampak, tipat lelesan, tipat lepas, dan semua dijadikan satu digabungkus atau diikat dengan sejenis jejaitan , yang disebut takep jit, lalu diikat sedemikian rupa hingga terbentuk seperti base tempel. Lantas digantungi sebuah tipat kukur dan dua kepeng wang bolong.

Waktu upacara lis dipotong, dengan kanan kiri dan ikatanya dibuka. Bila dalam upacara yang biasa-biasa dapat dipergunakan lis yang kecil (lis alit) bebun tadi.


Diperbaharui: 02 December 2017 15:40:39.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca