Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Hewan Bercangkang

Sumber: Ensiklopedia Sains Seri Pustaka Hewan Liar

Hewan Bercapit

Krustasea atau 'hewan berkulit keras', adalah hewan seperti kepiting, lobster (udang karang), udang galah, udang windu, krill dan teritip, memiliki penutup tubuh luar yang keras dan beberapa pasang kaki bersendi. Mereka terdiri atas lebih dari 40.00 spesies, dan sebagian besar hidup di laut. Mereka dapat disamakan dengan kelompok serangga di darat – mereka berkerumus di samudra dalam jumlah milyaran, dan merupakan makana penting bagi makhluk laut lebih besar lainnya, seperti penguin, anjing laut, lumba-lumba, dan paus. Hanya sedikit krustasea yang hidup di air tawar, seperti kutu air dan lobster. Bahkan ada beberapa krustasea yang dapat hidup di darat, antara lain kutu loncat pasir di pantai dan kutu kayu (sowbug) yang hidup di bawah kulit pohon busuk.

Fakta Hewan Bercangkang dan Bercapit

  • Krustasea terbesar adalah kepiting laba-laba raksasa Samudra Pasifik bagian barat laut, dengan tubuh sebesar bola kaki dan panjang sapit mencapai 1,5 meter.
  • Beberapa kawanan krill panjangnya dapat mencapai lebih dari 100 km dan berjumlah 10 trilyun ekor.
  • Udang air asin dapat menetas dari telur yang telah dibasahi setelah dikeringkan dan disimpan selama lebih lebih 1.000 tahun.


  • Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

    Fakta Tentang Hewan

  • Teritip angsa adalah krustasea dengan batang membengkok yang menempel pada kayu pelampung, kantung tubuh seperti cangkang berwarna pucat, dan kaki menjuntai keluar untuk mengumpulkan makanan.
  • Lobster berwarna hijau tua atau biru ketika masih hidup – warnanya berubah merah ketika dimasak.
  • Kepiting laba-laba raksasa Jepang, dapat mencapai ukuran 3 meter diukur dari rentangan kedua ujung capitnya.
  • Kaki dan Capit Lobster tua mungkin masih dapat tumbuh meskipun telah berusia lebih dari 50 tahun. Hewan tangguh ini termasuk kelompok hewan dekapoda atau krustasea ‘berkaki sepuluh’. Delapan kakinya digunakan untuk berjalan, dan dua kaki lainnya adalah capit yang digunakan untuk mencari makan dan mempertahankan diri. Mereka bernapas di dalam air dengan menggunakan insang yang terletak di sepanjang tubuhnya atau di bawah kulit luarnya yang keras.

  • Udang barong berkumpul di daerah dasar laut pada musim semi sebelum ‘bebaris’ untuk bermigrasi, dengan saling berpegangan pada ekor yang lain menuju laut yang lebih dalam untuk berkembang biak.
  • Udang Semua krustasea menetas dari telur dan hidup di laut sebagai larva muda. Mereka menjadi plankton yang dimakan oleh hewan laut yang lebih besar. Udang melewati berbagai tingkatan larva dengan bentuk tubuh yang berbeda sebelum berubah menjadi dewasa. Larva udang biasanya menetas setelah badai besar jika telurnya mampu bertahan di musim kering.

  • Udang sembah menggunakan capitnya untuk menghancurkan cangkang kerang sehingga pecah dan terbuka.
  • Copepoda Copepoda adalah krustasea dengan jumlah terbesar di antara semua hewan. Setiap copepoda memiliki sebuah pelindung tubuh-seperti perisai dan kaki dengan jari berselaput yang digunakan untuk berenang dan mengumpulkan makanan. Di laut, copepoda mencari makan dan berkembang biak di air yang bening di dekat permukaan. Kelompok besar atau kawanan copepoda memakan tanaman-tanaman dan hewan-hewan mikroskopis. Selain krill, copepoda adalah makanan utama bagi ikan dan hewan laut lainnya.

  • Sebagian besar copepoda hampir terlalu kecil untuk dapat dilihat dan mereka dimangsa oleh anak ikan dan hewan laut kecil lainnya.
  • Mencari Makan Sebagian besar kepiting adalah pemakan bangkai, memakan sisa apa pun yang dapat dimakan. Di beberapa pantai tropis ada ribuan kepiting porselin. Mereka mencari makan dengan mengeruk gumpalan lumpur dengan capitnya dan menyaring partikel-partikel makanan dengan rambut-seperti bulu di bagian mulutnya. Di pantai, kepiting porselin bersembunyi di bawah batu, menunggu mangsa.

  • Di dalam air kepiting porselin sering terperangkap dalam tentakel anemone laut.
  • Krustasea yang Lebih Kecil Kutu air atau kutu kolam, daphnia, adalah krustasea yang diberi nama karena kesamaannya dengan seekor serangga. Kutu air mempunyai dua antena (perasa), yang memiliki banyak cabang seperti pohon kecil. Mereka adalah penghuni kolam dan sungai. Karena kolam sering mengering, kutu air telah mengembangkan telur yang anti kekeringan. Jika mereka bertelur dan kolam mengering, telur mereka tidak akan menetas sebelum kolam terisi air kembali. Krustasea kecil lain, kutu ikan, adalah parasit penghisap darah seperti kuku pada umumnya (kutu pada umumnya adalah serangga, bukan krustasea). Bentuk tubuhnya pupuh memiliki alat penghisap yang kuat di bagian bawah tubuhnya. Mereka menancapkannya pada ikan dan menghisap cairan tubuhnya.

  • Kutu air menggerakkan antenanya seperti dayung untuk bergerak di dalam air. Di dalam tubuh bagian belakangnya terdapat banyak telur yang siap dikeluarkan
  • .
    Diperbaharui: 06 December 2017 21:27:46.

    loading...

    loading...
    Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


    Bisnis Siap Madan
    bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
    Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
    ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
    Puisi Berbahasa Indonesia
    puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
    Puisi Berbahasa Bali
    Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
    Karya Sketsa
    sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
    Kalender

    INPORMASI PENTING

    loading...

    Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

    Ilmu Agama Hindu

    - Doa Sehari-hari
    - Memulai beraktivitas 1
    - Memulai beraktivitas 2
    - Di tempat tertentu
    - Gagelaran Balian
    - Kakambuh Rare
    - Pamegat Sot
    - Mantra bebantenan
    - Mantra Pemangku
    - Sejarah Pr Besakih
    - Kahyangan Jagat
    - Pura Padharman
    - Pura Dadya di Besakih
    - pengertian Kamulan
    - Fungsi s.kamulan
    - Jenis2 s. kamulan
    - Cara Mendirikan kamulan
    - Nuntun Dewa Pitara
    - Piodalan di s.kamulan
    - Soroh Sesayut/Tebasan
    - Banten Pamelaspas
    - Banten Kasanga
    - Banten Galungan
    - Banten Saraswati
    - Banten Pawintenan
    - Banten Pacaruan
    - Mantra bebantenan
    + Materi Kelas II
    + Materi Kelas III
    + Materi Kelas IV
    + Materi Kelas V
    + Materi Kelas VI
    - Sikap Sembahyang Hindu
    - Kodefikasi Weda
    - Serba-serbi Padewasan
    - Tentang Rerainan Bali
    - Tata cara Pengabenan
    - Jenis2 Perkawinan Bali
    - Upacara Potong gigi
    - Dharmagita

    Primbon Bali
    - Menurut Pranatamongso
    - Menurut zodiak
    - Menurut shio
    - Menurut Wuku
    - Menurut Lintang
    - Tentang Carcan soca

    Info Kesehatan
    - Jenis-jenis Narkoba
    - Ciri-ciri Pecandu
    - Cara Cegah Narkoba
    - :: P 3 k ::
    - Khasiat Tanaman Obat
    - Berat,kebutuhan Kalori
    - Kalender Masa Subur
    - Bahaya Sakit Perut
    - Awas Bahaya Plastik

    Yuk Sastra
    - Chairil Anwar
    - Sanusi Pane
    - Amir Hamzah
    - Kiat Menulis Cerpen
    - Contoh Puisi Anak sd
    - Contoh Pidato Perpisahan

    Ilmu Pertanian
    - Cara Stek
    - Cara Merunduk
    - Cara Okulasi
    - Cara Menyambung
    - Cara Mencangkok
    - Cepat Tumbuh Akar
    - Kegagalan Mencangkok
    - Insektisida/Pupuk Organik

    Pengetahuan Umum
    - Apakah Mamalia itu?
    - Tentang Burung
    - Tentang Reptilia
    - Tentang Amfibi
    - Tentang Ikan
    - Tentang Serangga
    - Berkaki Delapan
    - Hewan Bercangkang
    - Moluska dan Cacing
    - Ibukota Negara2 Asia
    - Ibukota Negara2 Afrika
    - Ibukota Negara2 Eropa
    - Ibukota di Amerika & Oceania
    - Air Terjun Tertinggi
    - Danau Terbesar di Dunia
    - Laut Terluas Di Dunia
    - Sungai Jembatan
    - Gunung Tertinggi di Dunia
    - Gurun Terluas di Dunia
    - Tanggap G.Meletus
    - Tanggap Gempa
    - Tanggap Tsunami
    - Sejarah G.P.Indonesia
    - Lambang G. Pramuka
    - Organisasi Gudep
    - Pramuka Siaga
    - Pramuka Penggalang
    - Pramuka Penegak
    - Pramuka Pandega
    - SAKA
    - Tahukah Kamu
    - Matauang di Dunia
    - Nama-nama Penemu
    - Induk Organisasi Olahraga
    - Terpanas Di Bumi
    - Rumus Kadar Emas
    - Peringatan hari penting
    - Seri nomor Kendaraan
    - Gunung2 di Indonesia
    - Laut dan Selat di Indonesia
    - Sungai Besar di Indonesia
    - Danau2 di Indonesia
    - Kenapa Terjadi Petir?
    - Serba-serbi Manusia
    - Kamus Sain SD

    Lain-lain
    - Silabus
    - Rpp
    - Administrasi Guru
    - Permainan
    - Karawitan/Gambelan
    - Bali Tempoe doeloe
    - Genjek Perpisahan
    + Indik Aksara
    + Indik Kruna
    + Indik Lengkara
    + Indik Paribasa Bali
    + Indik Pangater
    + Indik Seselan
    + Indik Pangiring
    + Indik Anusuara
    - Anting Gunung

    Ruang Pembaca