Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Pelajaran IPS Untuk Kelas III Sekolah Dasar (SD)

Diambil dari Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD dan MI kelas III (BSE)

BAB 1
LINGKUNGAN ALAM BUATAN

A. Ketampakan Lingkungan Alam dan Buatan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan alan dan lingkungan buatan.

1. Lingkungan Alam

Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh Tuhan. Ketampakan lingkungan alam dimuka bumi berbeda-beda. Contoh lingkungan alam yang ada di muka bumi, antara lain sungai, danau, laut, lembah dan gunung. Selain itu, ketampakan alam ada juga yang berupa dataran rendah, pantai, laut, pegunungan dan dataran tinggi.

a. Pegunungan

Salah satu ketampakan alam yang dapat kita lihat adalah pegunungan. Pegunungan adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang bersambungan. Pegunungan termasuk dataran tinggi. Udara di pegunungan biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan sangat baik untuk bercocok tanam buah, sayur dan bunga.


Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

b. Sungai

Sungai juga termasuk ketampakan alam. Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia. Manfaat sungai, antara lain untuk mandi, mencuci, pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transortasi (untuk sungai-sunga besar dipuar pulau Jawa).

c. Danau

Danau merupakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada ditempat tersebut. Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) Budi daya ikan air tawar
2) Tempat wisata
3) Irigasi atau pengairan sawah, dan
4) Sarana olehraga (dayung)
d. Pantai dan Laut

Pantai adalah daerah perbatsan antara laut dan daratan. Pantai lazim terletak di daerah pesisir. Pantai biasanya banyak ditumbuhi pohon kepala dan tumbuhan bakau Tumbuhan bakau berguna untuk menahan abrasi atau erosi yang disebabkan gelombang air laut dan tempat hidup ikan.

Laut juga termasuk dalam ketampakan alam yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Laut menyimpan banyak kekayaan alam, seperti ikan dan mutiara. Di dasar laut juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti minyak bumi dan gas.

Laut menjadi sarana transportasi yang penting, baik dalam satu Negara maupun antar Negara. Laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, seperti berenang, menyelam, ski air, selancar, dan perahu layar.

2. Lingkungan Buatan

Lingkungan buatan adalah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh lingkungan buatan adalah waduk, lahan pertanian, tambak, perkebunan, dan permukiman penduduk.

a. Waduk

Waduk dibuat manusia untuk menampung air hujan. Waduk juga sebagai tempat berkumpulnya aliran sungai atau tempat penampungan air di wilayah yang bersangkutan. Manfaat waduk bagi manusia, antara lain untuk keperluan-keperluan sebagai berikut :
1) pembangkit listrik;
2) irigasi atau pengairan sawah;
3) budi daya ikan air tawar;
4) tempat rekreasi;
5) pengendali banjir, dan
6) kegiatan olahraga (dayung, ski air, dan sebagainya).

b. Lahan Pertanian

Indonesia merupakan Negara yang mempunyai lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian yang ada di Indonesia dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah dan tanaman lainya.

c. Tambak

Usaha tambak dilakukan di daerah dekat pantai. Petani tambak menggunakan daerah pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng.

d. Perkebunan

Selain di dataran tinggi usaha perkebunan juga diusahakan di tempat lain. Contoh hasil dari tanaman perkebuanan lainnya adalah kelapa sawit, karet, cokelat, kapas, dan sebagainya.

e. Pemukiman

Pemukiman penduduk merupakan suatu wilayah yang digunakan untuk tempat tinggal masyarakat. Pemukiman penduduk juga termasuk dalam lingkungan buatan, karena kompleks pemukiman dibuat manusia untuk tujuan tertentu yaitu sebagai tempat tinggal.

B. Lingkungan Alam dan Buatan di Sekitar Sekolah

Di samping gedung sekolah terdapat kolam untuk memelihara ikan lele. Kolam termasuk lingkungan buatan.

C. Cara Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan

Berikut beberapa cara dalam memelihara lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar kita:

1. Cara Memelihara Lingkungan Alam

Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur.

Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernafas.

a. Menjaga Kelestarian Air

Air merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga keberadaan dan kebersihannya. Air yang kotor atau tercemar tidak dapat dimanfaatkan. Air yang kotor atau tercemar dapat membahayakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Kelestarian air dapat dijaga dengan cara antara lain:
1) tidak membuang sampah di sungai atau saluran air;
2) melakukan kegiatan penghijauan atau penanaman pohon yang dapat berfungsi sebagai penahan dan penyimpan air;
3) menggunakan air sesuai kebutuhan;
4) air bekas cucian dan mandi diusahakan tidak langsung meresap ke dalam tanah, tetapi dialirkan ke saluran pembuangan. Hal ini bertujuan agar tidak tercadi pencemaran air tanah.

b. Menjaga Kelestarian Udara

Udara perlu dijaga kebersihannya. Asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara sama dengan polusi udara. Untuk mengurangi pencemaran udara, pabrik-pabrik yang besar harus menggunakan cerobong asap. Udara yang bersih baik untuk kesehatan badan. Untuk mengurangi terjadinya pencemaran udara sebaiknya di kanan kiri jalan ditanami pohon.

c. Menjaga Kesuburan Tanah

Untuk menjaga kelestarian tanah tanamilah tanah kosong di sekitarmu agar tidak menjadi tandus. Tanah harus diolah dengan pengairan dan pemupukan yang benar.

Kelestarian tanah juga dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sampah harus dibuang di lokasi pembuangan yang semestinya. Sampah yang kita buang umumnya terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup. Contoh sampah organik adalah daun-daun, sisa-sisa makanan dan sebagainya. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda tak hidup. Contoh sampah anorganik antara lain kaleng, botol, dan plastik.

Sampah organik dapat membusuk dan teurai oleh bakteri, atau jamur sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Sementara sampah anorganik tidak dapat terurai sehingga akan merusak kelestarian tanah.

2. Cara Memelihara Lingkungan Buatan

a. Menjaga Ketertiban Lingkungan

Lingkungan yang aman, tertib dan tenteram menjadi harapan semua orang. Oleh karenanya, setiap warga harus menjaga keamanan dan ketertiban. Apa yang terjadi jika kita tidak menjaga ketertiban lingkungan? Tentu saja lingkungan tidak akan aman, banyak terjadi pencurian, kekacauan, dan berbagai keributan lain. Akibatnya warga merasa terancam dan tidak dapat hidup tenang.

b. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih merupakan dambaan setiap orang. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab setiap orang. Lingkungan yang bersih akan mencegah terjadinya berbagai penyakit. Kamu harus selalu menjaga lingkungan tempat tinggalmu agar selalu bersih dan sehat.

c. Menjaga Kebersihan Akuarium

Akuarium yang kalian miliki terjadi dalam lingkungan buatan. Akuarium yang kita buat, di dalamnya berisi ikan dan berbagai benda buatan yang mirip dengan benda-benda di sungai dan laut. Seperti, batu karang, tanaman hias, kerikil, dan sebagainya. Semua bertujuan agar akurium terlihat seperti bentuk kehidupan laut yang sebenarnya, dan ikan yang ada di akuarium merasa seperti hidup di laut. Akuarium harus selalu dijaga kebersihannya.

3. Contoh Perilaku Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan

Contoh perilaku yang baik dalam memelihara sungai adalah dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, karena dapat mencemari dan mengotori sungai. Selain itu sampah yang dibuang di sungai juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir.

Selain sungai, ketampakan alam dan buatan juga harus dijaga kelestariannya adalah hutan. Hutan ada yang alami dan ada yang buatan. Hutan alami adalah hutan yang ada dengan sendirinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hutan buatan adalah hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan dan kepentingan hidupnya.

Sawah merupakan contoh lingkungan buatan yang sengaja dibuat manusia. Petani menanam padi di sawah. Dari menanam padi petani mendapatkan beras yang dimasak menjadi nasi.

Bab 2
DENAH LINGKUNGAN RUMAH DAN SEKOLAH

A. Membuat Mata Angin

Jika kita berdiri di halaman dan menghadap ke arah matahari tertib, berarti kita menghadap ke arah timur. Punggungmu kearah barat. Tangan kanan kita ke arah selatan dan tangan kiri kita ke arah utara. Untuk lebih jelasnya, perhatikan arah mata angin berikut ini. Ketentuan menggambar mata angin adalah sebagai berikut.
a. atas : arah utara,
b. bawah : arah selatan,
c. kanan : arah timur
d. kiri : arah barat.
e. antara barat dan utara : arah barat laut,
f. antara timur dan utara : arah timur laut
g. antara barat dan selatan : arah barat daya, dan
h. antara timur dan selatan : arah tenggara

Pada zaman dahulu, untuk arah mata angin ditentukan berdasarkan posisi matahari, dan hal itu hanya dapat dilakukan pada siang hari. Adapun para nelayan yang berada di tengah laut pada malam hari menggunakan rasi bintang Gubuk Penceng untuk penunjuk arah.

Pada zaman sekarang, untuk menentukan dan mengetahui arah, manusia menggunakan alat yang disebut kompas. Pada kompas ada jarum yang selalu menunjuk arah utara-selatan.

Bab 3
KERJA SAMA

A. Kerja Sama di Lingkungan Rumah

Orang tua menasehati kita untuk bekerja sama agar pekerjaan terasa lebih ringan dan lebih cepat diselesaikan. Kita dididik untuk mampu bekerja sama dimulai dari lingkup keluarga. Selanjutnya kita akan dituntut untuk mampu bekerja sama di lingkungan yang lebih luas, misalnya di lingkungan sekolah dan kelurahan atau desa. Dalam kerja sama, diperlukan semangat kerja dan niat yang tulus ikhlas.

1. Kerja Bakti Bersama Keluarga

Rumah merupakan tempat tinggal keluarga kita. Kebersihan rumah harus selalu dijaga. Rumah yang bersih akan membuat betah orang yang menghuninya. Membersihkan rumah sebaiknya dilakukan dengan cara kerja sama. Pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan cepat selesai.

a. Mengelola Sampah

Setiap hari ada sampah di rumah. Sampah yang terbanyak berasal dari dapur. Sampah harus dikumpulkan dan dibuang di tempat sampah agar tidak berserakan.

Kita sulit menghindar dari sampah. Oleh Karen itu, sampah harus dikelola dengan baik. Sampah yang tampaknya tidak berguna, ternyata masih bisa dimanfaatkan jika kita kelola dengan baik. Sampah dari daun dan makanan bisa diolah menjadi pupuk kompos. Kompos adalah pupuk yang terbuat dari campuran bahan organik dan kotoran hewan. Termasuk bahan organik adalah daun-daunan dan sisa makanan. Sampah dan bahan lain, seperti dari plastik dan kertas, dapat diolah kembali (daur ulang) menjadi barang-barang berguna yang dibutuhkan manusia.

2. Kekompakan dalam Keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki tugas dan kewajiban sendiri-sendiri. Tuga dan kewajiban tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Kerja sama dan kekompakan dalam keluarga harus selalu dijaga dan ditingkatkan.

Pekerjaan yang diselesaikan bersama-sama dengan kompak akan terasa lebih ringan. Dengan kerja sama dan kekompakan, hal yang sulit menjadi mudah.

B. Kerja Sama di Lingkungan Sekolah

1. Tugas Piket : Tugas melaksanakan piket perlu dilakukan dengan kerja sama agar terasa lebih ringan dan hasilnya baik. Merapikan dan membersihan kelas bukan menjadi tanggung jawab regu piket saja tetapi juga tanggung jawab semua anggota kelas.

2. Lomba Kebersihan Kelas

3. Belajar Kelompok

4. Kerja Sama dalam Olahraga

C. Kerja Sama di Lingkungan Kelurahan atau Desa

Di lingkungan kelurahan atau desa, semua warga mempunyai kewajiban untuk bekerja sama. Di antara sesama warga harus ada kerja sama agar tercipta kerukunan, keamanan, keserasian, dan sebagainya. Kerja sama dilakukan dalam membersihkan lingkungan, menjaga keamanan, memperingati hari besar nasional, dan sebagainya.

1. Kegiatan PKK

Salah satu contoh kerja sama di lingkungan kelurahan atau desa adalah kegiatan ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi PKK, yaitu pembinaan kesejahteraan keluarga. Kegiatan PKK biasanya diadakan dib alai kelurahan atau balai desa. Program PKK terdiri atas sepuluh hal sebagai berikut.
a. pengalaman Pancasila,
b. gotong royong,
c. pangan,
d. sandang,
e. perumahan dan tata laksana rumah tangga,
f. pendidikan dan keterampilan,
g. kesehatan,
h. koperasi,
i. kelestarian hidup, dan
j. perencanaan sehat.

2. Kegiatan Siskamling

Lingkungan yang aman dan tertib adalah dambaan setiap warga masyarakat. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, diperlukan kesadaran untuk bekerja sama dari masing-masing warga.

Salah satu cara untuk menjaga keamanan dan ketertiban adalah menerapkan siskamling, yakni melaksanakan sistem keamanan lingkungan. Siskamling harus dilakukan melakukan kerja sama di antara semua warga. Pelaksanaan siskamling tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri.

Bab 4
PEKERJAAN

A. Jenis-jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan bermacam-macam. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan yang ditekuni manusia dilakukan untuk mendapatkan upah. Upah yang diperoleh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

1. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang dan Jasa

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap orang harus bekerja. Zaman sekarang ini orang harus pandai-pandai mencari pekerjaan. Modal utama seseorang untuk bekerja adalah kemauan, pendidikan dan keterampilan.

Perhatikan orang-orang yang tinggal di sekitarmu! Pasti jenis pekerjaan mereka bermacam-macam. Ada yang menghasilkan barang dan ada pula yang menghasilkan jasa.

Contoh pekerjaan yang menghasilkan barang, misalnya orang yang tinggal di dekat perkebunan kelapa. Ia dapat bekerja sebagai pembuat sapu dan keset dengan memanfaatkan sabut kelapa. Ada juga orang yang menggunakan tanah untuk membuat genteng, batu bata dan gerabah. Pekerjaan yang menghasilkan bahan makanan, misalnya pembuat tahu, membuat tempe, membuat roti, membuat bakpao, serta berbagai macam makanan lain.

Selain membutuhkan barang, orang hidup juga membutuhkan jasa. Jasa diperoleh dari orang lain. Untuk mendapatkan jasa, harus ada imbalan tertentu. Seseorang yang telah memberikan jasa akan menerima imbalan. Imbalan atau upah biasnaya berupa uang.

B. Semangat Kerja

1. Alasan Orang Harus Bekerja

Setiap orang mempunyai kebutuhan. Kebutuhan dapat terpenuhi apabila kita mempunyai penghasilan. Untuk mengdapatkan penghasilan setiap orang harus bekerja. Penghasilan dapat berupa uang yang dapat digunakan membeli berbagai barang dan jasa yang diperlukan.

2. Pentingnya Semangat dalam Bekerja

Orang harus mempunyai semangat dalam melakukan setiap pekerjaan. Semangat kerja yang tingi akan mendapatkan hasil yang maksimal. Semangat kerja yang tinggi dapat meningkatkan prestasi. Prestasi kerja yang tinggi mendatangkan upah yang tinggi pula.

3. Ciri-ciri Semangat Kerja

Sepuluh tahun yang lalu Pak Anwar hanyalah seorang pedagang kaki lima. Ia berjualan di pinggir jalan. Bila hujan ia harus segera menutup dagangannya agar tidak basah terkena air hujan. Hasil keuntungannya hanya sedikit. Namun, Pak Anwar adalah orang yang pandai berhemat dan jujur. Keuntungannya dari berdagang ditabung sedikit demi sedikit. Setelah hasil tabungannya cukup banyak, ia pun menyewa kios.

Dagangan Pak Anwar mulai bertambah banyak. Para pelanggan pun mulai berdatangan ke kiosnya. Beberapa tahun kemudian, kios yang disewa itu dapat dibeli serta kemudian dibangun dan diperluas. Kios itu tak lain menjadi toko Anugerah yang sekarang ditempatinya.

Itulah contoh kisah sukses seseorang. Sukses itu dapat diraih karena adanya semangat. Kunci keberhasilan Pak Anwar adalah karena ia suka bekerja keras, tidak malas, jujur dan tidak mudah mengeluh.

Selain itu, Pak Anwar juga disiplin baik dalam bekerja maupun dalam menggunakan uang. Selain ulet, bersedia bekerja keras, dan disiplin, juga diperlukan kejujuran untuk meraih sukses. Dengan kejujuran, kita akan dipercaya, teman, pelanggan, dan bahkan orang lain yang tidak kita kenal. Jika kita sudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain, maka peluang menuju keberhasilan akan makin terbuka. Hal ini berlaku dalam bidang apapun.

Bab 5
Jual Beli

A. Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

Setiap keluarga mempunyai kebutuhan. Kebutuhan tersebut antara lain adalah makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Untuk mendapatkan semua kebutuhan kita harus berbelanja. Tempat-tempat berbelanja antara lain warung, took dan pasar. Di pasar banyak pedagang yang menjual kebutuhan sehari-hari yang kita butuhkan. Orang yang tinggal di dekat pasar pun dapat menambah penghasilan mareka misalnya membuka titipan sepeda, menjual makanan dan minuman, atau menjadi kuli angkut barang.

1. Macam-macam Tempat Kegiatan Jual Beli

a. Warung

Warung adalah tempat untuk menjual dan membeli barang kebutuhan sehari-hari. Contohnya beras, minyak, gula, kopi, the, sayur-sayuran, sabun, pasta gigi, sampo, dan berbagai keperluan hidup lainnya. Warung biasanya terdapat di rumah-rumah. Barang-barang yang dijual juga hanya sedikit dan harganya kadang boleh ditawar.

b. Toko

Barang yang dijual di took biasanya lebih banyak daripada di warung. Sekarang ada took yang khusus menjual satu macam kebutuhan saja. Misalnya, toko beras, toko sepatu, pakaian, alat listrik, dan mainan. Harga barang di toko sudah ditetapkan dan tidak boleh ditawar. Di toko kita bisa memilih barang dengan bebas dan membayar sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

c. Pasar

Pasar merupakan tempat berkumpulnya para penjual dan pembeli. Semua kebutuhan sehari-hari tersedia di pasar. Di pasar banyak terdapat kios-kios yang menjual sayuran, daging sapi, daging ayam, buah, sembako, dan masih manyak lagi barang-barang yang dijual di pasar. Di pasar kita dapat memilih dan menawar barang yang akan kita beli, sehingga kita dapat membeli kebutuhan kita dengan harga yang lebih murah.

d. Supermarket

Supermarket adalah toko yang pembelinya dapat memilih dan mengambil barang yang ingin dibeli. Barang-barang di seupermarket tidak bsa ditawar. Persediaan barang di supermarket lebih banyak dan lebih lengkap dibanding toko biasa.

2. Barang Kebutuhan Sehari-Hari

Kita hidup membutuhkan berbagai macam barang. Misalnya, kebutuhan untuk makan. Makan merupakan kebutuhan pokok. Kita memerlukan nasi yang berasal dari beras. Kita juga memerlukan sayuran, telor, daging, ikan, tahu, dan tempe untuk lauk pauk.

B. Menceritakan Kegiatan Jual Beli

Kegiatan jual beli sudah ada sejak dahulu. Tetapi kegiatan jual beli pada zaman dahulu berbeda dengan kegiatan jual beli sekarang ini. Dahulu para pembeli tidak memakai uang untuk membeli barang. Tetapi mereka saling tukar-menukar barang dengan orang lain. Kegiatan tukar menukar barang tersebut dinamakan barter. Pada zaman sekarang kegiatan jual beli dilakukan dengan alat yang dinamakan uang.

C. Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah

1. Koperasi Sekolah

Di sekolah biasanya ada koperasi sekolah. Koperasi sekolah menjual berbagai keperluan dan perlengkapan sekolah seperti buku, pensil, penggaris, penghapus, dan lain-lain. Harga barang yang dijual di koperasi biasanya lebih murfah atau sama dengan harga di pasar.

2. Kantin Sekolah

Selain koperasi, di sekolah juga ada kantin. Kantin ini menjual berbagai macam makanan. Biasanya makanan atau jajanan yang dijual di kantin sekolah lebih sehat. Makanan yang dijual dikantin sekolah selalu dibungkus dengan plastic atau ditutupi, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

BAB 6
UANG

A. Sejarah Uang

Pada zaman dahulu, untuk memperoleh barang-barang kebutuhan, masyarakat melakukan kegiatan tukar-menukar barang atau barter. Hingga kini kegiatan barter masih berlaku dalam kehidupan suku-suku di pedalaman, khususnya di daerah yang terpencil. Misalnya, garam dan tembakau ditukar dengan dammar atau hasil hutan lain. Tempat dan penukaran barang sudah ditentukan.

Cara itu dianggap perepotkan dan terasa sulit dilakukan. Cara tersebut memang kurang praktis. Seseorang yang memerlukan suatu barang harus membawa barang miliknya ke suatu tempat untuk ditukar dengan barang yang diinginkannya kesuatu tempat untuk ditukar dengan barang yang diinginkannya.

Zaman pun makin lama makin maju. Pemikiran orang semakin berkembang. Orang mencari cara yang dianggap mudah untuk mendapatkan barang. Akhirnya, ditemukan alat atau barang tertentu sebagai alat penukar. Alat atau barang tersebut telah disepakati bersama. Alat tukar yang dipakai pada saat itu adalah emas, perak, tembaga, besi, mutiara, dan lain-lain. Alat tukar seperti itu disebut uang-barang. Maksud uang-barang adalah barang-barang yang berharga yang dapat berfungsi sebagai alat tkar. Sama halnya dengan uang yang berfungsi sebagai alat tukar.

Cara saling bertukar barang ternyata tidak praktis karena nilai atau harga setiap barang sulit diukur. Untuk menciptakan nilai tukar, maka kemudian dibuatlah uang.

Sejak zaman kerajaan dahulu, nenek moyang kita sudah menciptakan mata uang, Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya banyak uang kuno dari hasil penggalian benda-benda purbakala di berbagai tempat.

B. Jenis-Jenis Uang

Pada saat ini, uang adalah alat tukar atau alat pembayaran yang sah. Penukaran barang dengan uang disebut jual beli. Orang yang memiliki barang untuk ditukarkan dengan uang disebut penjual. Orang yang memilik uang untuk ditukarkan dengan uang disebut pembeli.

Uang yang beredar di tengah masyarakat terdiri atas dua jenis uang, yaitu uang kartal dan uang giral. Uang kartal berupa uang kertas dan uang logam yang dapat langsung digunakan untuk kegiatan jual beli. Uang kartal yang berupa uang kertas dan logam adalah uang yang banyak digunakan masyarakat luas seperti yang sudah kita kenal selama ini. Uang giral adalah alat pembayaran (penukar) dalam bentuk surat-surat berharga atau surat-surat penting. Contoh uang giral adalah cek, giro, wesel, dan polis.

1. Uang Kertas

Uang kertas berbentuk persegi panjang dan memiliki dua sisi yang berbeda. Ada sisi depan dan ada sisi belakang. Nilai uang kertas berbeda-beda.

Ada uang kertas yang bernilai Rp. 100,00; Rp. 500,00; Rp. 1.00,00; Rp. 5000,00; Rp. 10.000,00; Rp. 20.000,00; Rp. 50.000,00; Rp. 100.000,00. Uang kertas mudah dibawa, tetapi mudah rusak. Di Negara kita uang kertas dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI). Ciri-ciri uang kertas adalah sebagai berikut:

a. berbentuk persegi panjang,
b. bertuliskan besarnya nilai uang,
c. di sudut ada gambar lambang Negara Garuda Pancasila
d. di bagian atas tertulis Bank Indonesia, dan
e. ada tanda tangan Gubernur Bank Indonesia.

2. Uang Logam

Uang logam terbuat dari bahan logam. Uang logam yang beredar di masyarakat adalah Rp. 50,00; Rp. 100,00; Rp. 200,00; Rp.500,00; Rp. 1.000,00. Uang logam seperti ini sering disebut uang pecahan atau receh.

Di Negara kita uang logam dicetak diedarkan oleh Bank Indonesia. Ciri-ciri uang logam adalah sebagai berikut:

a. berbentuk bundar,
b. sisi lingkaran timbul,
c. bertuliskan besarnya nilai uang,
d. bertuliskan tahun pembuatan, dan
e. bertuliskan Bank Indonesia.

3. Mengenal Penggunaan Uang Sesuai Kebutuhan

Uang berguna sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah. Jadi, uang berguna untuk membeli barang atau membayar sesuatu sesuai dengan kebutuhan.

C. Cara Mengelola Uang

Uang yang kita miliki harus kita kelola dengan baik. Dikelola dengan baik maksudnya disimpan dengan rapi serta digunakan dengan hemat dan tepat. Pengelolaan uang yang baik akan banyak memberikan manfaat bagi kita.

1. Pengelolaan Uang yang Baik

Orang hidup memiliki banyak kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, orang harus bekerja. Orang bekerja untuk mendapatkan uang. Pekerjaan yang dapat menghasilkan uang adalah berdagang, menjadi pekerja, dan lain-lain.

Untuk mendapatkan uang, orang harus bekerja dan berusaha. Dengan begitu, uang diperoleh dengan cara yang tidak gampang. Oleh karena itu, uang yang sudah didapatkan dengan susah payah harus dikelola dengan baik. Bagaimana cara mengelola uang dengan baik? Simaklah uraian berikut.

Setiap hari Rini diberi uang saku ibunya. Oleh Rini, uang tersebut tidak dihabiskan untuk jajan. Meski sedikit, pasti disisakan. Ia ingat nasihat Bu Farida, gurunya. Bu farida menasehati bahwa hidup harus hemat, seperti kata pepatah, “Hemat pangkal kaya.” Uang saku Rini sebagian ditabung di sekolah. Hal ini juga dilakukan oleh teman-temannya. Mereka diberi buku tabungan. Setiap habis kenaikan kelas, tabungan dapat diambil. Uang yang terkumpul dapat dipakai untuk membeli alat tulis. Rini adalah anak yang hemat. Dengan berhemat ia telah membantu meringankan beban orang tua.

Selain menabung di rumah, kita juga dapat menabung di bank. Bank adalah tempat untuk menyimpan dan meminjam uang. Berdasarkan pemiliknya, bank dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bank milik Negara dan bank swasta.

Contoh bank milik Negara ialah Bank Indonesia (BI), Bank Nasional Indonesia (BII), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank rakyat Indonesia (BRI). Contoh bank milik swasta adalah Bank Niaga, Bank Central Asia (BCA), Bank Danamon, dan Bank Lippo.

Menabung di bank dapat memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungannya, antara lain, sebagai berikut :

a. tabungan aman dan tidak akan hilang,
b. mendapat bunga,
c. membantu program pembangunan, dan
d. dapat diambil sewaktu-waktu.

2. Manfaat Mengelola Uang dengan Baik.

Menabung adalah cara yang sangat baik untuk mengelola uang. Mengelola uang dengan baik banyak memberikan manfaat. Berikut ini diuraikan beberapa manfaat mengelola uang dengan baik.

a. Menghemat pengeluaran

Dengan membiasakan diri menabung, kita akan terbiasa hemat dalam mengeluarkan dan menggunakan uang. Pengeluaran dan penggunaan uang akan lebih terkendali. Dengan begiru kita akan terhindar dari sikap menghambur-hamburkan uang.

b. Untuk memenuhi Kebutuhan

Perhatikan cerita berikut ini. Rini ingin memiliki sepatu. Sepatu yang diinginkannya itu harganya mahal. Uang jajan atau uang saku saja tidak cukup untuk membelinya. Ia mempunyai cara agar keinginannya tercapai. Ia menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Setelah cukup lama ditabung dan terkumpul cukup banyak, uang itu diambil untuk membeli sepatu yang diinginkannya.

c. Melatih Hidup Sederhana

Tidak bergaya hidup mewah dapat diartikan dengan hidup sederhana. Salah satu ciri hidup sederhana adalah membelanjakan uang dengan cara tidak berlebihan. Dengan menabung kita akan terhindar dari gaya hidup boros dan sebaliknya akan terbiasa dengan hidup sederhana.

Artinya uang dibelanjakan hanya untuk membeli barang dan jasa yang benar-baner kita perlukan saja. Adapun barang dan jasa yang benar-benar kita pakai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuan yang mendesak saja.


Diperbaharui: 07 December 2017 13:29:58.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca