Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Jenis Perkawinan Dalam Masyarakat Hindu di Bali

Dari berbagai sumber

Dalam kitab Manawa Dharmasastra disebutkan ada delapan jenis perkawinan yaitu sebagai berikut :

1. Brahma Wiwaha, yaitu pemberian seorang gadis setelah terlebih dahulu dirias (dengan pakaian yang mahal) dan setelah menghormati (dengan menghadiahi permata) kepada seorang ahli weda, lagi pula budi bahasanya baik, yang diundang (oleh ayah si wanita);

2. Daiwa Wiwaha, yaitu pemberian seorang anak wanita yang setelah terlebih dahulu dihias dengan perhiasan-perhiasan, kepada seorang pendeta yang melaksanakan upacara, pada saat upacara itu berlangsung;

3. Arsa Wiwaha, yaitu seorang ayah mengawinkan anak perempuannya sesuai dengan peraturan setelah menerima seekor sapi atau seekor atau dua pasang lembu dari pengantin pria untuk memenuhi peraturan dharma;

4. Prajapati Wiwaha, yaitu pemberian seorang anak perempuan (oleh ayah si wanita) setelah berpesan (kepada mempelai) dengan mantra "semoga kamu berdua melaksanakan kewajiban-kewajiban bersama-sama" dan setelah menunjukkan penghormatan (kepada pengantin pria);

5. Asura Wiwaha, yaitu pengantin pria menerima seorang perempuan setelah pria itu memberi maskawin sesuai menurut kemampuannya dan didorong oleh keinginannya sendiri kepada mempelai wanita dan keluarganya;

6. Gandharwa Wiwaha, yaitu pertemuam suka sama suka antara seorang perempuan dengan kekasihnya yang timbul dari nafsunya dan bertujuan melakukan perhubungan kelamin;

7. Raksasa Wiwaha, yaitu melarikan seorang gadis dengan paksa dari rumahnya sementara si wanita berteriak-teriak menangis setelah keluarganya terbunuh atau terluka, rumahnya dirusak ; dan

8. Paisaca Wiwaha, yaitu kalau seorang laki-laki dengan secara mencuri-curi memperkosa seorang wanita yang sedang tidur, sedang mabuk atau bingung (Pudja dan Sudharta, 1996 : 138--140) ; (Radhakrishnan. 2000 : 237-241).

Jenis-jenis Perkawinan Menurut Adat Bali

1. Ngerorod, apabila calon mempelai laki-laki dan wanita sudah sepakat untuk kawin, tetapi rencana perkawinan mereka tidak mendapat dukungan terutama dari orang tua calon mempelai wanita, akhirnya mereka sepakat untuk kawin lari atau melarikan diri meninggalkan rumah masing-masing menuju suatu tempat untuk bersembunyi menurut kehendak calon mempelai laki-laki.

2. Mepadik, yaitu suatu cara perkawinan yang menurut hukum adat berlaku dalam bentuk pernyataan kehendak dari suatu pihak ke pihak lain dengan maksud untuk mengadakan ikatan perkawinan, yang umumnya dilakukan oleh pihak laki-laki ke pihak perempuan;

3. Jejangkepan, yaitu perkawinan yang dilakukan dengan cara memaksa supaya kedua calon mempelai mau kawin, merupakan persetujuan kedua orang tua calon mempelai;

4. Nyangkring, adalah perkawinan terhadap gadis di bawah umur, yang umumnya dilakukan oleh keluarga bangsawan (laki-laki) terhadap keluarga orang kebanyakan;

5. Ngodalin, suatu perkawinan yang dilakukan dengan membawa seorang gadis kecil (masih di bawah umur) ke rumah si laki-laki yang akan mengawininya untuk dipelihara di rumah si laki-laki, dan jika sudah dewasa gadis itu dikawinkan dengan laki-laki yang sudah disiapkan ;

6. Tetagon, yaitu calon mempelai sejak kecil sudah diperhitungkan bahwa suatu saat nanti mereka harus mengadakan ikatan perkawinan, berdasarkan kesepakatan orang tua kedua calon mempelai ;

7. Ngunggahin, perkawinan dilakukan karena calon mempelai wanita datang ke rumah calon mempelai laki-laki meminta agar dikawini ;

8. Melegandang, yaitu perkawinan yang dilakukan dengan cara kekerasan, yaitu calon mempelai wanita dikawini secara paksa (Artadi, 1997 : 144-147, Armati, 2002 : 9-12).

Selain tersebut diatas,di Karangasem ada juga jenis perkawinan yang disebutKaterimenan dan Kaduduk Mantu. Perkawinan Katerimenan, yaitu perkawinan jenis jejangkepan dalam bentuk lain. Maksudnya adalah kedua belah orang tua masing-masing membujuk anaknya agar mau dikawinkan (dijodohkan). Bila kedua anak mau saling mencintai, maka perkawinan dilaksanakan. Tetapi kalau tidak mau saling mencintai, maka perkawinan dibatalkan (Awig-Awig Desa Pakraman Iseh, 2003 : ). Sedangkan Perkawinan Kaduduk Mantu, yaitu perkawinan jenis Nyentana dalam bentuk lain. Artinya wanita hanya dapat mengawinkan pria yang masih ada hubungan kekeluargaan atau pasidikaraan (Awig-Awig Desa Adat Karangasem, 2001 : 9).


Diperbaharui: 03 December 2017 11:14:53.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca