Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Cara membiakan tanaman dengan Mencangkok

Dari berbagai sumber

Cara Mencangkok Yang Benar

Teknik mencangkok banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman hias atau tanaman buah yang sulit diperbanyak dengan cara lain, seperti melalui biji, setek, atau sambung. Umumnya, tanaman yang dicangkok memliki zat hijau, berkambium, dan berkayu.

Perbanyakan tanaman dengan cara mencangkok memiliki kelebihan diantaranya yaitu tanaman memiliki sifat-sifat unggul seperti tanaman induknya dan tanaman lebih cepat berproduksi. Pada umumnya mencangkok dilakukan untuk mengganti kelemahan dari berkembangbiakan secara generatif.

Mencangkok sebenarnya sebenarnya memaksa tumbuhnya akar baru dari kulit batang. Mencangkok banyak diterapkan oleh para petani buah sehingga mereka dapat memetik buah dengan lebih cepat. Oleh karena itu diperlukan teknik atau cara tepat untuk memperoleh bibit tanaman yang berbuah..

Untuk melakukan pencangkokan sampai penanaman bibit diperlukan beberapa proses yang meliputi proses pencangkokan, proses pembibitan, dan proses penanaman.



Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Proses pencangkokan meliputi kegiatan berikut.
Menyiapkan alat dan media
Memilih ranting atau batang
Mengupas kulit kayu
Membersihkan kambium
Membungkus cangkokan
Memotong atau memisahkan dari pohon induk

Proses pembibitan meliputi kegiatan berikut :
Menyiapkan alat dan media
Penyemaian
Penyiraman
Pemupukan
Pembrantasan hama
Pemindahan

Proses penanaman meliputi kegiatan berikut :
Membuat lubang tanam
Penanaman
Penyemaian
Pemupukan
Pemangkasan
Pemberantasan hama dan penyakit

A. Proses Pencangkokan

1. Menyiapkan alat dan media cangkok
Alat yang digunakan untuk keterampilan mencangkok ialah pisau, gunting, cutter yang tajam dan steril (bersih hama dan bakteri). Media cangkok yang biasanya diperlukan ialah bahan pembungkus cangkokan antara lain ijuk, sabut kelapa, karung goni, zak plastik atau kantong plastik. Selain itu, diperlukan tali diantaranya tali plastik kecil, rafia, benang kasur, ikat bambu, dan serat pisang. Bagian utama yang diperlukan untuk mencangkok yaitu media tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos maupun jenis pupuk kimia atau menggunakan media tanah yang gembur dan subur.

Untuk media bungkus, sangat dianjurkan untuk memakai pembungkus dari kantong plastik. Kelebihan memakai pembungkus dari kantong plastik adalah sebagai berikut :

1. Mudah mempeolehnya, jika harus membeli harganya relatif snagat murah.

2. Kedap air sehingga kondisi cangkokan tetap basah dan tidak perlu setiap hari disiram.

3. Pembungkus dari kantong plastik mudah dilepas sehingga kecil kemungkinan dapat meruak akar dan kondisi media cangkok.

Tanah yang biasa dipilih sebagai media cangkok adalah campuran tanah gembur yang mengandung pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1 : 1. Dapat juga dilkukan pada tanah yang sebelumnya sudah direndam dalam larutan urea dengan dosis 1 sendok the urea dilarutkan dalam 10 liter air.

2. Memilih Ranting atau Batang
Ranting atau batang yang akan dicangkok harus berukuran paling kecil kira-kira berdiameter 1 cm hingga 5 cm. usia ranting atau batang tidak terlalu mudadan tidak terlalu tua. Tanda warna kulit kayu yaitu putih keabu-abuan atau abu-abu keputi-putihan, tidak hijau, dan tidak terlalu cokelat.

Ranting atau batang harus dipilih yang sehat, tidak ada tanda jamur serangan hama dan bakteri. Lebih bagus jika ranting atau batang tersebut lurus dan tidak terlalu banyak cabang rantingnya.

3. Mengupas Kulit Kayu
Sebelum mengupas kulit kayu pada ranting atau batang yang hendak dicangkok sebaiknya diadakan sayatan pada ruasnya. Letak sayatan atas diusahakan tepat pada ruas ranting atau batang, yaitu di bagian bawah bekas menempelnya tangkakai daun.

Sayatan kulit kayu dibuat secara melingkar. Menyayat kulit kayu tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai melukai atau merusak jaringan kayunya. Setelah sayatan atas, buatlah sayatan bawah dengan jarak antara 3-7 cm di bawah sayatan ataskemudian kulit kayu dikupas secara hati-hati. Pengupasan kulit kayu akan memutus aliran zat atau sari-sari makanan dari daun ke bagian pohon yang lain sehingga sari-sari makanan akan menumpuk di sekitar sayatan atas dan meransang pertumbuhan akar. Untuk mengurangi tingkat kegagalan, diusahakan untuk tidak membuat sayatan-sayatan lain yang dapat menimbulkan kerusakan dan pembusukan kulit ranting atau batang.

4. Membersihkan Kambium
Kambium, adalah zat semacam lendir bening yang melekat pada kayu. Zat iniberfungsi untuk membentuk kulit, sedangkan lapisan dalam berfungsi untuk membentuk kayu. Selain itu, kambium juga akan berfungsi sebagai saluran sari-sari makanan dari daun ke batang.

Pada ranting atau batang yang akan dicangkok, setelah dibuat sayatan-sayatan akan terlihat jaringan kayu dengan lapisan kambium di bagian luarnya. Kambium ini harus dibersihkan, jika perlu, sebelum dibungkus, kupasan dibiarkan selama beberapa mnit agar sedikit mengering. Apakah dibiarkan, kambium ini akan tumbuh menjadi jaringan kulit baru dan cangkokan akan gagal. Untuk mencegah hal ini, kambium harus dikorek sampai benar-benar bersih sehingga jaringan kulit baru tidak tumbuh. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kegagalan pencangkokan.

Pengerokan kambium harus dilakukan dengan memakai pisau khusus, yaitu pisau bersih dan bebas dari bakteri atau kuman. Sebelum digunakan, pisau dicuci dengan air atau alkohol dan diusahakan jangan sampai melukai jaringan kayu. Pengerokan juga dapat dilakukan dengan memakai punggung pisau yang tidak tajam. Secara teori, setelah lapisan kambium dikerok, ranting dibiarkan selama 1-3 hari sebelum dibungkus. Namun sebenarnya cukup dibiarkan beberapa jam untuk menunggu sampai hasil kupasan agak mengering.

5. Membungkus Cangkokan
Pada ranting atau batang kupasan yang dicangkokkan, setelah selang beberapa jam atau 1-3 hari dibiarkan mengering di tempat yang teduh setelah itu, cangkokan dapat dibungkus dengan media cangkok berupa tanah yang sudah dicampur dengan kompos atau pupuk kandang atau dapat juga dengan rendaman urea. Media cangkok juga dapat menggunakan media ijuk atau sabut kelapa, tergantung bahan mana yang lebih mudah diperoleh. Jika kita menggunakan media tanah sebelum dicampur dengn pupuk sebaiknya tanah dibasahi terlehih dahulu. Hal ini bertujuan agar tanah lembab sehingga serabut akar lebih mudah diransang untuk keluar.

Sementara itu sabut kelapa atau ijuk harus direndam di dalam air selama beberapa menit. Jika akan digunakan, sabut kelapa atau ijuk harus diperas dengan tuntas. Hal ini dilakukan agar jaringan kulit pada batang yang akan dicangkokdapat dengan mudah untuk diransang.

Media untuk mencangkok yang lebih praktis adalah kantong plastik. Hal ini disebabkan kantong plastik mudah diperoleh dan harganya pun murah. Cara melakukan pencangkokan dengan media plastik, yaitu batang cangkokan dibungkus dengan kantong plastik kemudian bagian bawah serta bagian atas diikat dengan tali. Jarak antara tali bawah dengan tali atas adalah sekitar 15 cm.

Jika bahan yang digunakan untuk membungkus cangkokan berupa kantong plastik, tidak perlu diberi lubang supaya media cangkok tetap kedap air. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar media tetap basah atau lembap sehingga tidak perlu disiram.

Setelah media cangkok (tanam brpupuk) dimasukkan ke dalam kantong plastik, tanah berpupuk agak dipadatkan. Kalau perlu bagian tengah cangkokan diberi tali. Untuk mengurangi penguapan, daun dan jumlah ranting yang dicangkok harus dikurangi. Agar kondisi tanaman tetap bagus dan tidak rusak, minimal seminggu sekali cangkokan diperiksa dan kemudian diamati untuk menghindari gangguan hewan atau angin. Setelah 1 sampai 2 bulan, akar akan tumbuh. Mula-mula akan tumbuh akar muda berwarna putih. Lama-kelamaan akar akan berwarna hijau abu-abu sampai cokelat dan akan semakin memanjang memenuhi media cangkok. Selanjutnya, cangkokan siap dipisahkan dari batang induk dengan cara memotong menggunakan gergaji kecil yang bersih.

6. Memotong dan Menanam Cangkokan
Cangkokan dapat dipotong setelah tampak tumbuh akar yang memenuhi media cangkok. Pemotongan dapat dilakukan dengan menggunakan gunting potong, gergaji atau alat potong yang tajam. Pemotongan menggunakan gunting potong akan lebih aman, karena akan mengurangi guncangan yang berlebihan sehingga akar dan daun tidak rontok.

Daun-daun dan ranting pada batang cangkokan harus dikurangi sehingga tidak terlalu banyak terjadi penguapan. Tali yang membungkus cangkokan dibuka hati-hati dan usahakan media tanah tidak hancur dan akar tidak rusak.

Batang cangkokan yang sudah dipotong kemudian dibuka bungkusnya lalu ditanam pada media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Untuk batang yang cukup besar, dengan ukuran sekitar 5 cm dengan ketinggian 1-2 meter dapat langsung ditanam pada lubang-lubang penanaman. Namun untuk menghindari kegagalan tanam, sebaiknya ditanam pada polybag atau kantong plastik yang tebaln dan diletakkan di tempat yang aman atau dapat juga diletakkan di bawah pohon besar yang rindang dan terlindungi dari sinar matahari langsung.

Bibit cangkokan harus selalu diperiksa dan disiram setiap pagi dan sore terutama pada musim kemarau. Setelah daun dan tunas baru banyak yang tumbuh atau bersemi, cangkokan siap dipindahkan ke lahan penanam yang sudah disiapkan.

B. Proses Pembenihan 1. Menyiapkan alat dan media
Setelah proses pencangkokan dinilai berhasil, kita dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu pembibitan.

Media dan alat yan diperlukan dalam pembibitan anatara lain sebagai berikut :
a. Polybag atau kantong plastik
b. Kompos
c. Pasir
d. Gergaji
e. Tanah gembur
f. Air

2. Penyemaian
Langkah selanjutnya ialah cangkokan kita tanam di polybag yang telah diisi dengan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan pasir dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Kegiatan ini dinamakan penyemaian. Gunakan gergaji untuk memotong cangkokan dan usahakan pemotongan tidak menimbulkan goncangan yang berlebihan karena akan merusak akar. Pada tahap ini kondisi akar masih lemah. Taruhlah polybag di tempat yang teduh, dapat juga ditaruh di tempat yang rindang. Hal ini dimaksudkan agar bibit cangkokan tidak terkena sinar matahari atau air hujan secara langsung.

3. Penyiraman
Kondisi bibit hasil cangkokan yang layu atau busuk dapat menyebabkan bibit mati. Oleh karena itu, dalam penyemaian, cangkokan perlu disirami setiap hari dan perlu diperiksa pertumbuhannya dan kemungkinan terserang hama. Penyiraman sebaiknya diambilkan dari air sumur atau sungai dan bukan dari air PAM.

4. Pemupukan
Selain hal tersebut di atas, bibit cangkokan perlu diberi pupuk daun, misalnya jenis gandasil D. untuk menghindari serangan hama penyakit perlu disemprot dengan obat hama yang dianjurkan. Selanjutnya pengaturan cabang ranting perlu diperhatikan. Artinya, cabang dan ranting perlu diatur sejak pembibitan agar pertumbuhan cangkokan sesuai dengan selera kita.

5. Pemberantasan hama dan penyakit
Pemberantasan hama penyakit sangat diperlukan untuk menjaga kenormalan pertumbuhan. Pemberantasan hama dan penyakit dapat menggunakan insektisida atau fungisida secara mekanik. Pemberantasan hama dapat juga dilakukan, yaitu dihilangkan denagan tangan atau alat pemberantas hama.

6. Pemindahan
Setelah kurang lebih satu bulan (dalam persemaian polybag), bibit cangkokan tersebut dapat dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan. Agar pertumbuhan tanaman dari cangkokan cukup baik, cangkokan tersebut dapat dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan. Untuk menanam bibit hasil cangkokan, sebaiknya dibuatkan lubang-lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Jarak antara batang tanaman hendaknya disesuaikan dengan jarak tanam pada tanaman yang bersangkutan. Sebagai pedoman, untuk menempatkan jarak tanam adalah sebesar tajuk daun.

C. Proses Penanaman

1. Menyiapkan lubang tanam
Lubang tanam perlu dibiarkan selama beberapa hari agar terkena sinar matahari secara langsung dan udara dapat masuk pada pori-pori tanah. Hal ini dimaksudkan agar bibit penyakit atau bakteri yang terdapat pada lubang tanam dapat mati. Dalam pembuatan lubang tanam, tanah bagian atas sebaiknya dipisahkan dengn bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang atau kompos kemudian diaduk secara merata. Dalam pembalikan tanah, tanah bagian bawah tetap di bawah. Demikian juga tanah di atas tetap di atas dan jangan sampai terbalik.

2. Penanaman
Langkah selanjutnya ialah penanaman bibit cangkokan. Caranya, polybag dibuka dan dibuang terlebih dahulu. Bibitnya ditanam sedalam tanah bagian atas atau sejajar dengan permukaan tanah lahan. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.

3. Penyiraman
Setelah cabang atau batang cangkokan ditanam dalam posisi tegak lurus, langkah selanjutnya adalah penyiraman secara teratur. Pengaturan tersbeut dilakukan jika proses penanaman dilakukan pada musim kemarau. Sebaiknya penyiraman tidak sebatas pada tanah, namun dengan membasahi seluruh bagian tanaman cangkokan.

Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, snagat dianjutkan untuk melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin sampai kondisi tanaman cangkokan tumbuh dan bertunas. Untuk mempercepat pertumbuhan atau memperkecil tingkat kegagalan penanaman, dianjurkan saat melakukan penyiraman dicampur dengan pupuk bio-organik. Pupuk jenis ini akan cepat merangsang pertumbuhan akar dan tunas baru.

Penyiraman pada tanaman cangkokan bertujuan untuk :
1. Menggantikan air yang sudah banyak menguap pada siang hari,
2. Mengembalikan kekuatan tanaman hingga malam hari, dan
3. Penambahan nutrisi (dengan pupuk bio-organik) terhadap tanaman.

Penyiraman sangat tergantung pada berbagai faktor, antara lain sebagaimana yang akan dijelaskan pada uraian berikut ini.

a. Keadaan Cuaca
Jika cuaca berawan dan penguapan tidak terlalu banyak seperti pada waktu panas terik, maka penyiraman tidak terlalu banyak dilakukan.

b. Umur Tanaman
Tanaman yang masih muda atau baru beberapa minggu, misalnya umur 1 hari sampai 1 bulan, memerlukan penyiraman lebih sering dan lebih banyak. Meskipun demikian, pemberian air penyiraman terlalu banyak tidak dibenarkan. Hal ini dapat menyebabkan busuk akar dan mengakibatkan padatnya tanah yang akhirnya menyebabkan gangguan sirkulasi udara dalam tanah.

c. Air yang digunakan
Air yang digunakan sebaiknya tidak mengandung kadar kimia misalnya air PAM. Hal ini akan mengganggu mikroba pengurai tanah. Oleh karena itu, dianjurkan menggunakan air sumur (air tanah) atau sungai karena air tersebut mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman.

4. Pemupukan
Pada umur dua minggu atau 15 hari setelah tanam, bibit cangkokan perlu diberi pupuk NPK dengan dosis dua sendok makan. Pemberian dengan cara melingkar. Jarak lingkaran kira-kira dua kali lebar telapak tangan dari tanaman tersebut. Baik juga dilakukan penyemprotan dengan obat hama yang dianjurkan atau pupuk daun yang dianjurkan pula.

5. Pemangkasan
Setelah tanaman hasil bibit cangkokan tumbuh besar dan berbunga atau setelah berumur kurang lebih satu setengah tahun, cabang atau ranting-ranting yang jelek dipangkas. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang gerak ranting agar utuh saat berbunga. Pemangkasan juga dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman lebih cepat, selain itu, dapat ditambah sayatan-sayatan pada batang bawah. Hal ini banyak dilakukan oleh para petani buah karena sangat efektif untuk merangsang tanaman tumbuh lebih subur dan cepat berbuah.

6. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Begitu tanaman sudah tumbuh dengan tunas baru dan daun mulai lebat, hal yang penting dilakukan adalah pemberantasan hama dan penyakit. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan secara rutin dnegan waktu yang teratur.

Pemberantasan ini sebaiknya dilakukan dengan insektisida atau pestisida organik. Namun, jika tidak ada maka bisa menggunakan pestisida nonorganik yang bersifat racun kontak ataupun sistemik.

Penyemprotan hama dan penyakit dilakukan pada seluruh bagian tanaman sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Kelebihan dosis akan menyebabkan tanaman terbakar dan daun rontok. Sbaliknya, kekurangan dosis menjadikan hama dan penyakit tidak mati.


Diperbaharui: 08 December 2017 15:45:49.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca