Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Cara Pembuatan Insektisida,Fungisida Organik dan Pupuk Organik

Dari berbagai sumber
1. Bahan pembuatan insektisida
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat insektisida adalah sebagai berikut.
a. Bawang merah
b. Bawang putih
c. Daun cocor bebek
d. Daun dlingo
e. Daun ki pilit atau brotowali
f. Daun mahoni
g. Buah maja
h. Buah pace atau mengkudu
i. Daun mindi
j. Kulit pasak bumi
k. Akar daun serai wangi
l. Umbi gadung
m. Daun tembakau
n. Air sesui yang dibutuhkan

2. Alat pembuatan insektisida
Alat yang diperlukan untuk pembuatan insektisida antara lain adalah sebagai berikut :
1. Penumbuk dan penghalus atau blender
2. Kain penyaring
3. Ember beserta tutupnya
4. Pengaduk

3. Cara pembuatan
Semua bahan yang sudah disiapkan ditumbuk halus atau di blender. Setelah halus dicampur dengan air dan diaduk sampai bercampur rata seperti bubur cair encer. Larutan tersebut lalu disimpan untuk pengendapan dan pembusukan kurang lebih selama 2 hari. Setelah itu larutan disaring dengan kain halus dan usahakan penyaringan benar-benar hanya meninggalkan ampasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sisa atau ampas dapat dicampur dengan daun turi atau daun petai cina atau lamtoro untuk kebutuhan pupuh organik.

4. Cara pemakaian
Cara pemakaiannya ialah dilarutkan dengan air sumur atau sungai kemudian disemprotkan ke tanaman dengan dosisi 10 liter untuk 1 ha lahan. Jika luas tanaman hanya beberapa meter atau dalam pot, cukup dengan 1 jeriken bahan pestisida yang dilarutkan ke dalam 5 liter air kemudian disemprotkan.

B.Bahan pembuatan fungisida oraganik
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fungisida organik adalah sebagai berikut :
a. Kunyit
b. Temu lawak
c. Daun cengkeh
d. Jahe
e. Kapur pertanian secukupnya
f. Garam laut secukupnya
g. Air sumur atau air sungai



Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

1. Alat pembuatan fungisida organik
Alat-alat yang diperlukan untuk membuat fungsida organik adalah sebagai berikut :
a. Penumbuk atau penghalus atau blender, atau parut kelapa.
b. Kain halus penyaring
c. Ember beserta tutupnya
d. Pengaduk

2. Cara Pembuatan
Semua bahan yang sudah disiapkan kemudian dihaluskan. Campuran kapur pertanian dan galam laut dalam perbandingan secukupnya. Setelah semua menjadi satu adonan kemudian larutkan dengan air. Setiap 1 kg bahan dilarutkan dalam air sebanyak 10 liter. Saat melakukan pelarutan harus diaduk sampai benar-benar menjadi larutan jenuh. Selanjutnya, larutan disimpan selama kurang lebih 2 hari untuk pengendapan. Setelah itu, larutan disaring dengan kain halus. Larutan yang sudah jernih itu kemudian disimpan di dalam botol-botol yang tertutup rapat agar tidak terkontaminasi dengan zat lain dari luar. Cara pemakaian bahan ini sama dengan cara pemakaian insektisida yaitu satu tutup jiriken dilarutkan dalam 5 liter air kemudian disemprotkan pada tanaman yang sedang diserang jamur.

C.Bahan pupuk bio organik
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk bio organik adalah sebagai berikut :
a. Daun turi
b. Daun petai cina
c. Bawang putih dan merah
d. Temu lawak
e. Urip sapi
f. Kotoran sapi atau kerbau
g. Daun jeruk wangi
h. Daun asam
i. Air (sumur, sungai, payau)

1. Alat pupuk bio organik
Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan pupuk bio organik adalah sebagai berikut.
a. Penumbuk, penghalus atau blender
b. Ember atau kaleng cat beserta dengan tutupnya
c. Kain penyaring
d. Pengaduk

2. Cara Pembuatan
Semua bahan yang berupa daun turi, daun lamtoro, temu lawak, daun jeruk dan daun salam ditumbuk halus atau diblender. Setelah halus, dicampurkan urin dan kotoran sapi atau kerbau (boleh salah satu). Larutkan campuran tersebut dengan air sesuai kebutuhan dan jumlah bahan (tidak ada aturan takaran yang terlalu baku) dan diaduk sampai tercampur rata. Larutan tersebut lalu disimpan untuk proses pembusukan dan pengendapan selama kurang lebih 1 sampai 2 minggu. Setelah proses tersebut larutan disaring dengan kain saring yang halus. Usahakan penyaringan betul-betul meninggalkan ampasnya. Perlu diperhatikan, ketika membuka tutup pelan-pelan dan menggunakan masker karena selama proses pembusukan dan pengendapan terjadi pembentukan biogas dalam bentuk uap dan baunya sangat menyengat. Sangat dianjurkan untuk membuka di luar rumah atau di luar ruangan.

B. Cara pemakaian
Cara pemakaiannya yaitu, setiap satu tutup tangki air dicampur dengan 15 liter air sumur atau air sungai. Setelah itu, disemprotkan ke dalam seluruh bagian tanaman. Penyemprotan dilakukan setiap seminggu sekali. Penyemprotan dianjurkan tidak memakai insektisida kimian.


Diperbaharui: 09 December 2017 16:22:25.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca