Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Pengertian Sanggah Kamulan

Dipetik dari,Wikarman Singgih Inyoman,Sanggah Kamulan Fungsi dan pengertiannya
Sanggah Kamulan berasal dari dua kata yaitu:sanggah (sanggar) yang artinya tempat pemujaan dan kamulan artinya (mula) artinya akar,umbi,dasar,permulaan,asal.Kamulan juga sering disebut kamimitan dari kata (wit) yang artinya sumber atau asal darimana manusia ada. Jadi sanggah kamulan adalah tempat pemujaan asal atau sumber.

Sanggah kamulan berdasarkan letaknya adalah sebagai penghulun karang. Penghulun karang berasal dari dua kata yaitu: hulu yang artinya udik, dan karang adalah secuntak tanah yang digunakan sebagai karang perumahan. Jadi penghulun karang adalah tempat pemujaan yang terletak pada bagian udik (Kajakangin) dari karang perumahan.

Masih ada perbedaan persepsi dimasyarakat mengenai siapa yang dimaksudkan dengan sumber atau asal tersebut,dan siapa yang dipuja di sanggah kemulan.Itu karena sumber yang dijadikan acuan berbeda- beda.Lalu siapakah yang sebenarnya dimaksudkan dengan sumberdan asal serta siapakah yang dipuja di sanggah Kamulan?

Berikut adalah beberapa petikan,diantaranya dari rontal Usana Dewa:

Ring kamulan ngaran Ida Sanghyang Atma,
ring kamulan tengen bapa ngaran Sang Paratma,
ring kamulan kiwa ibu ngaran Sanghyang Sivatma,
ring kamulan tengah ngaran Raganya,tu Brahma dadi
meme papa,meraga Sanghyang Tuduh...

(Rontal: Usana Dewa,lembar 4).

Artinya:
Pada sanggah kamulan beliau bergelar Sanghyang Atma,pada ruang kamulan kanan ayah,namanya Sanghyang paratma,pada kamulan kiri ibu,disebut Sivatma. Pada kamulan ruang tengah diri-Nya,itu Brahma, menjadi purusa pradana,berwujud Sanghyang Tuduh (Tuhan yang Menakdirkan).

Kutipan yang hampir sama dengan rontal Usana Dewa,yaitu rontal Gong Wesi,lembar 4b juga disebutkan:

...ngaran ira Sang Atma ring kamulan tengen bapanta,nga,Sang Paratma,ring kamulan kiwa ibunta, nga,Sang Sivatma,ring kamulan madya raganta,Atma dadi meme bapa ragane mantuk ring dalem dadi Sanghyang Tunggal,nunggalang raga...

(Rontal: Usana Dewa,lembar 4).



Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!
Artinya:
...nama Beliau Sang Atma,pada ruang kamulan kanan bapakmu,yaitu Sang Paratma, pada ruang kamulan kiri ibumu,yaitu Sang Sivatma,pada ruang kamulan tengah adalah menyatu menjadi sanghyang Tunggal menyatukan wujud.

Dari dua kutipan diatas sangat jelas disebutkan bahwa yang disthanakan pada sanggah kamulan adalah Sanghyang Triatma,yaitu Paratma yang diidentikan sebagai ayah (Purusa),Sang Sivatma yang diidentikan sebagai ibu (Pradana) dan Sang Atma yang diidentikan sebagai diri-sendiri (roh individu). Pada hakekatnya Sanghyang Triatma itu adalah Brahma atau Sanghyang Tunggal/Hyang Tuduh sebagai Pencipta.

Dalam sekte Siva Sidhanta,yang dimaksud dengan Tri Atma adalah : Am,Atma dewanya Brahma, Antara Atma dewanya Wisnu,dengan wijaksaranya Um,dan Paratma dewanya adalah Iswara dengan wijaksaranya adalah Mang. Ketiga Dewa tersebut disebut Tri Murti,(Tiga manifestasi Tuhan dalam aspek horisontal) yang merupakan roh alam semesta.

Sebagai roh alam semesta beliau bergelar Tri Purusa atau Tri Lingga (Tiga manifestasi Tuhan dalam aspek Vertikal). Pada saat memuja beliau di Sanggah Kamulan atau Kawitan,mantranya adalah sebagai berikut:

Om Dewa-dewi Tri Dewanam
Tri Murti Tri Lingganam
Tri Purusa Suddha Nityam
Sarwa jagat Jiwatmanam

(Anandakusuma:45).

Artinya:
Om para Dewa umpamanya Tri Dewa,
Tri Murti (Brahma,Wisnu,Iswara)
adalah Tri Lingga,Tri Purusa yang suci selalu,adalah roh (atma) atau semesta beserta isinya (jagat)
.

Tri Purusa adalah tiga kemahakuasaan Tuhan,yaitu: Siwa adalah Tuhan dalam dimensi Imanen (Skala), Sadasiwa adalah Tuhan dalam dimensi Skala-niskala (Ardanareswara). Sedangkan Paramasiwa adalah Tuhan dalam dimensi niskala (transendental). Tuhan dalam ke-tiga wujud di atas,dalam rontal Siwagama digelari Bhatara Guru,karena Beliau Siwa adalah Dang Guru ing Iswara,di jagat ini.

Oleh karena Siwa beraspek tiga sebagai Tri Purusa,maka Gurupun ada tiga aspek pula,yakni:Guru Rupam adalah Guru dalam dimensi Skala (imanen), Guru Madyam adalah Guru dalam dimensi Skala-niskala,dan Guru Purwam adalah Guru dalam dimensi Niskala.

Pada saat memuja beliau di sanggah Kamulan/merajan atau kawitan,mantranya adalah sebagai berikut:

Om Guru Dewa Guru Rupam
Guru Madyam Guru Purwam
Guru Pantaram Dewam
Guru Dewa Suddha Nityam

(Anandakusuma,Dewayadnya:45).

Artinya:
Om Guru Dewa,yaitu Guru Rupam (skala),Guru Madya (skala-niskal),dan guru Purwa (niskala) adalah Guru para Dewa. Dewa Guru suci selalu.

Sedangkan dalam rontal Purwa Bhuana kamulan disebutkan:

Riwus mangkana daksina pangadegan Sang Dewapitara,
tinuntun akena maring Sanggah Kamulan,
yan lanang unggahakena ring tengen,
yan wadon unggahakena maring kiwa,
irika mapisan lawan Dewa Hyangnya nguni...

(Purwa Bumi Kamulan).

Artinya:
Setelah demikian daksina perwujudan Roh suci
dituntun pada sanggah Kamulan,
Kalau roh itu dari laki-laki naikan pada ruang kanan,
Kalau roh itu dari perempuan naikan pada rong kiri
Disana menyatu dengan leluhurnya terdahulu.

Dan dalam Rontal Tattwa kapatian disebutkan bahwa Sanghyang Atma (roh) setelah mengalami proses upacara akan berstana di Sanggah Kamulan sesuai dengan kadar kesucian Atma itu sendiri. atma yang belum suci yang hanya baru mendapat tirta pangentas pendem atau upacara sementara (ngurug) juga dapat tempat pada Sanggah Kamulan sampai pada tingkat batur kamulan. Seperti yang disebutkan dalam kutipan berikut:

Mwah tingkahing wong mati mapendem,
Wenang mapangentas wak mapendem,
phalanya polih lungguh Sang Atma munggwing batur kamulan.

(Rontal tattwa Kapatian,la,1b).

Artinya:
Dan prihalnya orang mati yang dikubur boleh menggunakan tirta pangentas kubur,pahalanya Sang Atma mendapat tempat pada batur Sanggah Kamulan.

Dari kutipan-kutipan diatas dapatlah kiranya disimpulkan bahwa yang dimaksudkan dengan pengertian kamulan dalam Sanggah Kamulan adalah: Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Tri Atma,Sebagai Dewa Tri Murti,Tri Purusa,Tri Lingga atau Bhatara Guru. dan juga roh suci lelujur yang telah menyatu dengan Sanghyang Triatma/Sanghyang Tuduh/Sang Pencipta yaitu Ida Sanghyang Widi Wasa.

Taksu

Diarea sanggah kamulan ada sebuah palinggih yang disebut dengan Taksu. Dalam kosa kata Bali,istilah Taksu diartikan sebagai daya magis yang menjadikan keberhasilan (kesidhian) dalam segala aspek kerja,misalnya oleh para seniman,seperti pragina,dalang,balian dan sebagainya.Bila mereka berhasil maka disebut mataksu.

Dalam ajaran Tantrayana,taksu itu diartikan sama dengan sakti atau Wisesa. Yang dimaksudkan dengan sakti adalah simbul dari Bala atau kekuatan. Dalam sisi lain sakti juga disamakan dengan energi atau kekuatan.

Dalam tattwa,daya atau sakti itu tergolong maya tattwa. Sedangkan Energi dalam bahasa Sanskrit disebut Prana adalah bentuk ciptaan yang pertama dari Brahman (Tuhan). Dengan mempergunakan prana barulah muncul ciptaan berikutnya (Panca Mahabhuta). Dari Panca Mahabhuta yang digerakkan oleh prana,maka terbentuklah alam semesta secara evolusi kemudian mahluk seisi semesta tercipta.

Tuhan dalam sifatnya sebagai Nirguna Brahman (Parama Siwa),memanfaatkan energi atau sakti itu sehingga beliau menjadi Maha Kuasa,memiliki Cadu Sakti dengan Asta Aisvaryanya. Dalam keadaan demikianlah beliau mempunyai sifat Saguna Brahman (Tuhan beraktivitas) sehingga beliau adalah Maha Pencipta,Maha Pemelihara,dan Maha Pelebur .

Berbeda halnya dengan Sanggah Kamulan (rong tiga) yang dipuja adalah Sang Hyang Tri Purusa atau Sang Hyang Triatma,maka Sakti atau Maya-Nya dipuja melalui Taksu

Dalam upacara nyekah,disamping ada sekah sebagai perwujudan Atma yang akan disucikan ,juga ada yang disebut Sangge. Menurut penjelasan Ida Pedanda Putra Manuaba (almarhum),sangge adalah simbul dari Dewi Mayasih yang mewakili unsur Maya Tattwa.Ada kemungkinan pada saat ngunggahang Dewa Pitara ,unsur maya (sakti) yang telah ikut disucikan distanakan pada palinggih taksu.

Dalam ajaran kanda Pat/saudara empat yang telah melalui proses penyucian dikenal dengan sebutan: Ratu Wayan Tangkeb Langit,Ratu Ngurah Teba,Ratu Gede jalawung,dan Ratu Nyoman Sakti pangadangan Beliau inilah yang dianggap sebagai Dewaning Taksu.


Diperbaharui: 09 December 2017 16:32:28.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca