Di Sini Cara Pembuatan Website

Promosikan Usaha Anda di sini cuma Rp 250.000 / tahun!

Tata Cara Mendirikan Sanggah Kamulan

Dipetik dari,Wikarman Singgih Inyoman,Sanggah Kamulan Fungsi dan pengertiannya

Memilih Palemahan

Sebelum mendiriakn Sanggah Kamulan ,yang pertama dilakukan adalah memilih palemahan yang akan dijadikan lokasi untuk membangun Sanggah Kamulan.

Karena letaknya yang di hulu maka Sanggah Kamulan disebut pula penghulun karang. Sehingga didalam mendirikannya selalu dipilihlah lokasi yang dianggap hulu yakni Kaja Kangin.

Sesuai dengan konsep Tri Angga lokasi Sanggah Kamulan adalah Uttama Angga, demikian juga dalam konsep Rwa Bhineda, pendirian Sanggah kamulan harus terletak di hulu (udik) pekarangan.

Perlu dicatat, ada perbedaan pengertian kaja antara Bali Selatan dengan Bali utara. Kalau Bali selatan Kaja adalah Utara,sedangkan bagi Bali Utara (Denbukit) Kaja adalah Selatan. Hal ini disebakan oleh letak Gunung Agung yang berada ditengah-tengah Pulau Bali (dimana letak Gunung Agung disanalah Utara).

Sehingga orang yang berada disebelah Utara Gunung Agung menganggap gunung Agung yang diselatan sebagai Kaja.

Ukuran Menempatkan Tempat Palinggih

Pada jaman dahulu,sesuai tradisi Orang Bali membuat pekarangan sesuai dengan sikut satak,sikut domas (nista,madya,utama). Pada Waktu itu situasinya memungkinkan. Pada jaman dahulu mengukurnya menggunakan ukuran depa,depa agung maupun depa alit.

Untuk ukuran Sanggah Kamulan sesuai dengan Rontal Astakosali,yakni ukuran 14 depa lawan 13 depa,pangeretnya dwajangaran. Tapi mengingat jaman sekarang lahan semakin sempit, lebih banyak kaplingan maka pembuatan pekarangan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Demikian juga ukuran pekarangan Sanggah Kamulan bisa diperkecil menjadi 3 atau 5 depa dengan penghurip 1 hasta musti.

Sedangkan jarak antara palemahan Sanggah Kamulan dengan bangunan bale bedaja,menggunakan tapak kaki si pemilik. Dengan perhitungan jatuhnya di Guru atau Indra dari Astawara dengan penghurip 1 tampak ngandang. Jadi jarak antara rumah badaja dengan Sanggah Kamulan adalah 3 atau 4 tampak ditambah 1 tampak ngandang.

Sedangkan letak palinggih Kamulan adalah mengambil jarak 3 tampak kaki ditambah 1 tampak ngandang dari tembok timur.

Untuk mendapatkan letak bagi Palinggih Taksu adalah dengan jalan mengukur luas halaman antara bataran Kamulan dengan Piyasan (kalau ada). Letak Piyasan juga mempergunakan perhitungan Guru atau Indra dari bataran Kamulan,selanjutnya dari tengah-tengah jarak antara Piyasan dengan Kamulan ditarik garis Kaja dan bertemu dengan hitungan Guru dari tembok Kaja,itulah tempat Taksu.

Kalau Palemahan sempit,yang tidak memungkinkan untuk membangun Bale Piyasan,maka untuk mencari tempat Taksu diukur dari tengah-tengah natar/halaman antara bataran kamulan dengan tembok Barat,kemudian ditarik Kaja dipertemukan dengan titik hitungan Guru (3 tapak + 1 tampak ngandang) dari tembok Kaja.

Setelah selesai mengukur tempat,diadakanlah upacara bebanten. sarananya canang genten buratwangi 5 tanding,masing-masing ditempatkan pada Kaja,Kelod,Kangin,Kauh,dan tengah-tengah masing-masing sebuah. Dilengkapi segehan mancawarna dan sebuah segehan agung.

Penempatan Paduraksa dan Pamedal

Setelah palemahan Sanggah Kamulan diukur berdasarkan bilangan 14 depa lawan 13 depa dengan penghurip hasta musti,atau ukurannya bisa disesuaikan menjadi 3 atau 5,maka selanjutnya Sanggah Kamulan diberi panyengker untuk memberikan batasan palemahan Sanggah Kamulan dengan pekarangan rumah. Tiap-tiap sudup panyengker Kamulan dibangun Paduraksa yang secara fisik berfungsi untuk menguatkan tembok itu sendiri. Namun secara niskala Paduraksa itu dibuat karena mempunyai makna tertentu sesuai dengan yang termuat dalam rontal Astabhumi yakni: pada masing-masing sudut ukuran empat persegi namanya paduraksa,yang di Kajakangin namanya Sri Raksa,yang di Kelodkangin namanya Sang Aji Raksa,sedangkan yang di Kajakauh namanya Kala Raksa. Bangunan paduraksa ini sangat penting sekali,jika tidak menggunakan paduraksa rumah Bhuta Dengen namanya.

Selain menentukan tempat membangun paduraksa, selanjutnya adalah menentukan letak Pamedal. Pamedal dengan Apit Lawangnya adalah juga merupakan Palinggih. Cara menentukan pamedal adalah dengan mengukur panjang atau lebar palemahan itu dengan tali. Tali sepanjang itu dibagi sembilan. Pamedal boleh menghadap ke Barat (Kauh) atau boleh juga menghadap ke Selatan (Kelod)

Kalau menghadap Selatan carilah lipatan 6 (enam) dari Timur,Dhana Wredhi namanya.

Kalau menghadap Barat carilah lipatan 3 dari Selatan Wredhi Emas namanya,atau carilah lipatan 4 dari Selatan Wredhi Guna namanya. Lipatan tersebut merupakan titik tengah-tengah. Sedangkan lebar Pamedal adalah abelah dada (setengah depa),baik depa agung maupun depa alit.

Caru Pangrwak Bhuana/Menanam Dasar Bangunan.

Jika proses pengukuran palemahan dan menentukan tempat bangunan sudah selesai,selanjutnya diadakan upacara Caru Pangrwak Bhuana yang lazim disebut caru Ayam Brunbun dengan sarana: Ayam brunbun diolah,dibuat jatah calon menurut urip tengah (8). Kulit kulit,sayap,kepala dan kakinya dijadikan bayang-bayang,diletakan di atas Sengkui delapan lembar pula. Peneknya,penek dananan,nasi mancawarna,di bawah maupun pada Sanggah Cukcuk,digantungi Sujang,berisi tuak dan arak.

Yang dipanggil pada caru tersebut adalah: Sang Bhuta Rwakbhuana,Sang Bhuta Kala Dengen,balanya semua. Sang Bhuta Rwakbhuana adalah nama lain dari Sang Bhuta Manca Warnadan juga beliau bergelar Sang Bhuta Angga Sakti.

Setelah selesai caru Pangrwakbhuana,barulah dilaksanakan pengukuran menurut ucap Asta Kosal. Kalau sudah benar ukurannya lalu tempat bebaturan dari palinggih-palinggih Kamulan,Taksu,Apit Lawang,Panglurah diberikan berupa patok-patok. Tanah dalam patok-patok digali Amusti dalamnya. Kemudian dalam galian tersebut dibuatkan lobang sehasta dalamnya. Lubang itu tempat memendem dasar yang dibersihkan terlebih dahulu.

Lobang tempat menanam pendeman dasar digambari Padma Astadala lengkap dengan Dasaksaranya. Lalu dipersembahkan Pabyakalan,pangreresikan,isuh-isuh,tepung tawar, lengkap dengan Lis buu. Akan lebih baik juga dipersembahkan Prayascita. Setelah itu dilukat dan bersihkan lubang itu.

Aturan Meletakkan Pendeman Dasar:

1.Tumpeng Bang gde adharman 2 (bungkul) atau pras barak,dagingnya ayam biing (merah) atau ayam hitam dipanggang,raka-raka,penyeneng,tatrag,tatebus,canang gagempolan canang geti-geti.
2.Letakkan bata merah dengan lukisan Badawangnala,tengah-tengah badawangnala ditulisi aksara (Ang) dan letakkan batu bulitan dengan ditulisi aksara (Ang,Ung,Mang).
3.Di atas bata dan batu bulitan letakkan bungkak nyuh gading dikasturi airnya dibuang.Di dalamnya ditulisi (Ong) diisi serta wangi-wangian,seperti dedes lenga wangi,burat wangi,air kumkuman,bunga serba harum,dan sebuah kwangen kraras dengan uang kepeng 11 keping. Setelah lengkap isinya dibungkus dengan kain putih,diikat dengan benang putih,dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai cili diisi bunga dan sebuah kwangen sebagai muka (prerai).
4.Disamping klungah nyuh gading tersebut,di atas bata dan batu bulitan,letakkan sebuah kwangen besar dengan uang kepeng 33 keping.
5.Disekeliling lubang,persembahkan segehan cacahan,sege bang 9 tanding,lauknya darah mentah,bawang jahe,dengan tetabuhan tuak-arak.
Pada hulu lubang tancapkan sebuah sanggah,dengan bantennya: sebuah daksina,pras ajuman,sodaan putih kuning,dagingnya ayam putih betutu,peras dagingnya ayam panggang,canang raka,geti-geti,canang lengawangi, penyeneng,lis,ketipat kelanan,dengan daging telur sebutir.
7.Banten dihadapan yang memuja: sesantun,di bawah sanggah,gelar sanga,bayuan,jahitan lis angiyu segehan agung,tetabuhan tuak-arak,biyakawonan,prayascita 1.
Selektif dari Rontal Bhamakertih.

Caru Pangrwak Bhuana dan menanam dasar bangunan adalah upacara peletakan batu pertama sebagai pertanda dimulainya pembangunan suci Kamulan tersebut.

Makuh,Melaspas dan Nuntun Ngenteg Linggih

Bila bangunan suci Sanggah kamulan sudah selesai dikerjakan,maka dilaksanakan upacara makuh,melaspas ,dan ngenteg linggih menurut nista,madya dan utama. Melaksanakan upacara tersebut harus mencari hari yang dipandang baik,menurut petunjuk yang akan muput (pendeta).Adapun hari baik untuk upacara tersebut adalah:
1.Menurut Tri Wara: Beteng
2.Menurut Saptawara: Soma,Budha,Wrespati,dan Sukra.
3.Menurut Sangawara: Tulus dan Dadi
4.Menurut Sasih: Kapat,Kalima,dan Kadasa.
5.Menurut penggabungan hari dan tanggal panglong: Mertadewa,Dewa ngelayang,Ayu nulus,Dewa mentas, dan bila Purnama sangat baik.

Upacara makuh yang dimaksudkan adalah upacara untuk memohon agar bangunan menjadi kokoh. Makuh berasal dari kata bakuh,yang berarti kokoh.Adapun sarana bebantenannya terdiri dari: satu soroh genap,menurut nista,madya,utama. Penghurip-urip yang terdiri dari darah,areng kayu yang baunya harum seperti: cendana,majagau,serta kapur/pamor.

Upacara makuh mendahului upacara melaspas,tepatnya bila bangunan telah berdiri. Sedangkan upacara melaspas bertujuan untuk menyucikan/sakralisasi bangunan yang baru selesai tersebut.

Upacara/bebantenan untuk melaspas Sanggah Kamulan terdiri dari:

Melaspas Alit/nista,

Cukup dipuput oleh Pemangku/Pinandita.Upacaranya:
1.Di Sanggah Pasaksi atau sanggah Surya: Peras,Ajuman,Suci satu soroh beserta runtutannya.
2.Diepan bangunan yang baru selesai disediakan dua kelompok upakara:
  • Banten pemelaspas beserta runtutannya.
  • Banten Ayaban tumpeng 7 beserta runtutannya.
3.Pada dasar bangunan yang baru selesai diisi Pedagingan/Panca datu,dan canang pendeman.
4.Pada Janggawari dalam gedong bantennya sama dengan dipesaksi dengan dilengkapi tikar,kasur ,bantal/suci kecil an pesuciannya dilengkapi engan cermin dan sisir.
5.Pada atap puncak bangunan/Murdha itancapi beberapa buah orti dari rontal.
6.Nasi undagi, jenis banten ini diperuntukkan bagi perabot/alat-alat para undagi,misalnya: serut,timpas,siku-siku,an sebagainya.
7.Pada halaman/natar,upakaranya terdiri dari: Byakala,Prayascita,durmangala,segehan agung, an caru ayam brunbun beserta runtutannya.
8.Sedangkan di depan Sang muput: Upakaranya untuk menyucikan dan untuk menghaturkan sesajen: prayascita,pengresikan,dilengkapi pras lis,cecepan,penastaan,tigasan,tetabuhan yaitu tuak,arak,berem,serta pasepan/padupan. Banten Arepan terdiri dari: peras,ajuman,daksina,rayunan,tipat kelanan,punia,dan sesari.

Melaspas yang tergolong Madya:

Bila mengambil melaspas Maya maka yang muput semestinya seorang Sulinggih/Pendeta. Bila tingkat ini diambil maka terdapat penambahan-penambahan dari tingkat nista seperti berikut:
Di Sanggah Pasaksi/tutuan,ditambah : dewa-dewi,suci dua soroh beserta runtutannya atau satu soroh pebangkit beserta runtutannya.
Pedagingannya ditaruh pada sebuah cawan tertutup/repetan engan menambah sebuah permata yang bagus.
Pada Jagarawi ditambah suci 2 soroh beserta runtutannya.
Dihadapan Sang Amuja: ditambah eteh-eteh panglukatan,peras ayuman dengan daksina gede dan suci masing-masing satu soroh.
Di Natar,carunya: pancasanak,dan baik sekali bila ditambah pangeresiganaan.
Ditambah upacara ngenteg linggih,untuk keperluan upacara ini upakaranya terdiri dari: satu penuntun, dan satu soroh segehan agung.

Bahan Kayu Yang Digunakan Untuk Sanggah Kamulan

Dalam Rontal Astakosala-kosali diuraikan kayu yang baik untuk bahan Sanggah Kamulan adalah:
1.Cendana tergolong kayu prabhu/utama.
2.Menengen tergolong kayu patih/madya.
3.Cempaka tergolong kayu arya/utama.
4.Majagau tergolong kayu demung/madya.
5.Suren tergolong kayu demung/nista

Tetapi dewasa ini kebanyakan orang menggunakan kayu ketewel saja. Cendana,Cempaka atau Menengen hanya sisipan saja,misalnya tugeh,iga-iga,atau yang lainnya.


Diperbaharui: 15 August 2017 22:41:19.

loading...

loading...
Di Bawah ini cara Berburu Uang Bitcoin


Bisnis Siap Madan
bisnis Bisnis siap madan yang menguntungkan,modal relatif sedikit tapi menjanjikan untung yang besar...baca.
Ritual Nyeleneh Untuk Menangkal Wabah
ritual Sekelompok orang,lelaki dewasa bergerombol berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa...baca.
Puisi Berbahasa Indonesia
puisi Kumpulan puisi karya dari Eka Senaya yang merupakan kisah perjalanan dan cerminan hidup...Baca Puisi.
Puisi Berbahasa Bali
Kumpulan puisi Berbahasa Bali karya dari Eka Senaya tentang lingkungan Bali, kritik sosial,perjalanan hidup...Baca Puisi.
Karya Sketsa
sketsa Kumpulan karya sketsa dari Eka Senaya tentang kehidupan,alam dan Budaya Bali...Lihat.
Kalender

INPORMASI PENTING

loading...

Di Bawah Ini Cara Menghasilkan Bitcoin di Internet!

Ilmu Agama Hindu

- Doa Sehari-hari
- Memulai beraktivitas 1
- Memulai beraktivitas 2
- Di tempat tertentu
- Gagelaran Balian
- Kakambuh Rare
- Pamegat Sot
- Mantra bebantenan
- Mantra Pemangku
- Sejarah Pr Besakih
- Kahyangan Jagat
- Pura Padharman
- Pura Dadya di Besakih
- pengertian Kamulan
- Fungsi s.kamulan
- Jenis2 s. kamulan
- Cara Mendirikan kamulan
- Nuntun Dewa Pitara
- Piodalan di s.kamulan
- Soroh Sesayut/Tebasan
- Banten Pamelaspas
- Banten Kasanga
- Banten Galungan
- Banten Saraswati
- Banten Pawintenan
- Banten Pacaruan
- Mantra bebantenan
+ Materi Kelas II
+ Materi Kelas III
+ Materi Kelas IV
+ Materi Kelas V
+ Materi Kelas VI
- Sikap Sembahyang Hindu
- Kodefikasi Weda
- Serba-serbi Padewasan
- Tentang Rerainan Bali
- Tata cara Pengabenan
- Jenis2 Perkawinan Bali
- Upacara Potong gigi
- Dharmagita

Primbon Bali
- Menurut Pranatamongso
- Menurut zodiak
- Menurut shio
- Menurut Wuku
- Menurut Lintang
- Tentang Carcan soca

Info Kesehatan
- Jenis-jenis Narkoba
- Ciri-ciri Pecandu
- Cara Cegah Narkoba
- :: P 3 k ::
- Khasiat Tanaman Obat
- Berat,kebutuhan Kalori
- Kalender Masa Subur
- Bahaya Sakit Perut
- Awas Bahaya Plastik

Yuk Sastra
- Chairil Anwar
- Sanusi Pane
- Amir Hamzah
- Kiat Menulis Cerpen
- Contoh Puisi Anak sd
- Contoh Pidato Perpisahan

Ilmu Pertanian
- Cara Stek
- Cara Merunduk
- Cara Okulasi
- Cara Menyambung
- Cara Mencangkok
- Cepat Tumbuh Akar
- Kegagalan Mencangkok
- Insektisida/Pupuk Organik

Pengetahuan Umum
- Apakah Mamalia itu?
- Tentang Burung
- Tentang Reptilia
- Tentang Amfibi
- Tentang Ikan
- Tentang Serangga
- Berkaki Delapan
- Hewan Bercangkang
- Moluska dan Cacing
- Ibukota Negara2 Asia
- Ibukota Negara2 Afrika
- Ibukota Negara2 Eropa
- Ibukota di Amerika & Oceania
- Air Terjun Tertinggi
- Danau Terbesar di Dunia
- Laut Terluas Di Dunia
- Sungai Jembatan
- Gunung Tertinggi di Dunia
- Gurun Terluas di Dunia
- Tanggap G.Meletus
- Tanggap Gempa
- Tanggap Tsunami
- Sejarah G.P.Indonesia
- Lambang G. Pramuka
- Organisasi Gudep
- Pramuka Siaga
- Pramuka Penggalang
- Pramuka Penegak
- Pramuka Pandega
- SAKA
- Tahukah Kamu
- Matauang di Dunia
- Nama-nama Penemu
- Induk Organisasi Olahraga
- Terpanas Di Bumi
- Rumus Kadar Emas
- Peringatan hari penting
- Seri nomor Kendaraan
- Gunung2 di Indonesia
- Laut dan Selat di Indonesia
- Sungai Besar di Indonesia
- Danau2 di Indonesia
- Kenapa Terjadi Petir?
- Serba-serbi Manusia
- Kamus Sain SD

Lain-lain
- Silabus
- Rpp
- Administrasi Guru
- Permainan
- Karawitan/Gambelan
- Bali Tempoe doeloe
- Genjek Perpisahan
+ Indik Aksara
+ Indik Kruna
+ Indik Lengkara
+ Indik Paribasa Bali
+ Indik Pangater
+ Indik Seselan
+ Indik Pangiring
+ Indik Anusuara
- Anting Gunung

Ruang Pembaca